Daihatsu Gran Max mencatat pencapaian penting di pasar otomotif nasional dengan memimpin daftar penjualan mobil di Indonesia sepanjang Maret. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, model ini menggeser dominasi kendaraan penumpang lewat performa kuat di segmen niaga dan semi komersial.
Varian Gran Max minibus dan blind van menjadi yang terlaris dengan distribusi 4.128 unit. Sementara itu, Gran Max pick up juga ikut menyumbang volume besar dengan penjualan 2.919 unit dan menempati posisi keempat secara nasional.
Performa kuat di kendaraan komersial
Kinerja Gran Max menunjukkan arah pasar yang semakin terbuka untuk kendaraan operasional. Model ini tidak hanya laku di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah, tetapi juga tetap relevan untuk kebutuhan distribusi barang dan transportasi penumpang.
Pada segmen kendaraan komersial, Gran Max sudah lama menjadi salah satu pemain utama. Data pada 2025 menunjukkan varian pikap meraih pangsa pasar 58 persen dengan total penjualan lebih dari 43 ribu unit.
Untuk kategori semi commercial, gabungan blind van dan minibus bahkan mencatat dominasi yang lebih besar. Selama periode yang sama, kedua varian itu menguasai 92 persen pangsa pasar dengan penjualan 18 ribu unit.
Akumulasi penjualan mendekati 900 ribu unit
Sejak diluncurkan pada 2007 hingga Februari 2026, akumulasi penjualan Gran Max telah menembus lebih dari 900 ribu unit. Capaian ini memperlihatkan bahwa model tersebut memiliki basis pengguna yang luas dan konsisten di berbagai wilayah Indonesia.
Kekuatan utama Gran Max terletak pada fungsi dan fleksibilitasnya. Mobil ini dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari angkutan barang, usaha logistik skala kecil, hingga layanan transportasi penumpang di jalur pendek.
Inden masih terjadi di sejumlah daerah
Permintaan yang tinggi ikut memengaruhi ketersediaan unit di diler. Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengatakan kondisi stok di tiap outlet berbeda-beda sehingga waktu tunggu pengiriman tidak selalu sama.
“Kalau secara umum, saat ini kalau di Gran Max pick up, indennya 1 bulan. Tapi kalau yang blind van, indennya memang 1,5 sampai 2 bulan,” ujar Tri Mulyono di area GIICOMVEC di Kemayoran.
Keterangan itu menunjukkan bahwa tingginya minat pasar masih belum sepenuhnya diimbangi pasokan unit. Bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk mendukung aktivitas usaha, durasi inden menjadi faktor penting sebelum memutuskan pembelian.
Pilihan mesin dan rentang harga
Gran Max hadir dengan dua opsi mesin, yakni 1.3L dan 1.5L. Konsumen juga dapat memilih transmisi manual atau otomatis sesuai kebutuhan operasional dan preferensi penggunaan.
- Gran Max pick up: Rp167-180 juta
- Gran Max blind van: Rp180-228 juta
- Gran Max mini bus: Rp212-233 juta
Rentang harga tersebut menempatkan Gran Max sebagai salah satu opsi kendaraan niaga yang kompetitif di pasar. Kombinasi harga, kapasitas angkut, dan rekam jejak penjualan membuat model ini tetap menjadi rujukan utama bagi pelaku usaha yang mencari kendaraan fungsional.
Di tengah pasar mobil nasional yang fluktuatif, posisi puncak Gran Max pada Maret menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan kerja masih sangat besar. Dengan permintaan yang tetap tinggi, distribusi unit dan stabilitas stok diler akan menjadi faktor penentu arah penjualan model ini pada bulan-bulan berikutnya.






