Mercedes-Benz resmi menyegarkan EQS dengan tampilan yang kini lebih mendekati identitas khas “Mercy”. Pembaruan ini menjawab salah satu kritik terbesar terhadap model sebelumnya, yakni desain yang dianggap terlalu futuristis dan kurang menampilkan karakter Mercedes-Benz.
Facelift EQS tidak berhenti pada wajah baru saja. Pabrikan Jerman itu juga membawa perubahan besar pada teknologi, efisiensi, kabin, hingga sistem kendali kendaraan, sehingga model ini terasa seperti evolusi yang jauh lebih matang.
Desain kini lebih tegas dan lebih Mercedes
Perubahan paling mudah terlihat ada di bagian depan. Mercedes-Benz kini menambahkan grille dengan pola bintang iluminasi, emblem bintang yang menyala di kap mesin, serta lampu depan DIGITAL LIGHT generasi baru berbasis micro-LED.
Pembaruan itu membuat EQS tampil lebih tegas, sporty, dan selaras dengan bahasa desain Mercedes-Benz modern. Koefisien drag tetap di angka 0,20, sehingga mobil ini masih masuk daftar kendaraan produksi paling aerodinamis di dunia.
Bagian belakang juga ikut diperbarui dengan light strip baru yang memakai elemen helix. Mercedes turut memberi sentuhan bumper bergaya AMG agar tampilan buritan terlihat lebih agresif dan berotot.
Banyak komponen baru dan arsitektur listrik 800 volt
Mercedes menyebut EQS facelift membawa lebih dari 25 persen komponen baru. Salah satu perubahan terpenting ada pada arsitektur listrik generasi baru 800 volt yang mendukung kinerja pengisian daya lebih cepat dan efisien.
Mobil ini memakai baterai hingga 122 kWh. Dalam kondisi tertentu, jarak tempuhnya bisa mencapai 926 km berdasarkan siklus WLTP, atau naik 13 persen dibanding sebelumnya.
Kemampuan fast charging juga meningkat. Dengan dukungan daya hingga 350 kW, pengisian bisa menambah jarak tempuh sampai 320 km dalam 10 menit.
Teknologi baru untuk efisiensi dan kendali
EQS facelift menjadi mobil produksi massal pertama Mercedes-Benz dari Jerman yang memakai teknologi steer-by-wire. Sistem ini menghapus hubungan mekanis langsung antara setir dan roda, lalu menggantinya dengan pengendalian elektronik.
Teknologi itu memberi karakter kemudi yang berbeda, sekaligus membuka ruang pengembangan lebih besar untuk pengaturan kendaraan masa depan. Pada saat yang sama, Mercedes juga menyematkan transmisi dua percepatan di gandar belakang untuk menjaga keseimbangan antara akselerasi dan efisiensi.
Rekuperasi energi meningkat hingga 385 kW. Fitur ini membantu mobil memulihkan energi saat deselerasi, sehingga konsumsi daya bisa lebih terkendali dalam penggunaan harian.
MB.OS dan AI jadi pusat kendali baru
Mercedes juga memperkenalkan sistem operasi baru bernama MB.OS sebagai otak utama kendaraan. Sistem ini berbasis AI dan cloud connectivity, serta mendukung pembaruan perangkat lunak secara over-the-air atau OTA penuh.
Melalui MB.OS, MBUX Virtual Assistant kini mampu melakukan dialog yang lebih kompleks dan lebih natural. Sistem bantuan berkendara pun bekerja dengan dukungan hingga 27 sensor, termasuk untuk fungsi parkir otomatis yang diklaim lebih cepat dan akurat.
Berikut sejumlah teknologi utama yang menonjol pada EQS facelift:
- Arsitektur listrik 800 volt.
- Baterai hingga 122 kWh.
- Jarak tempuh hingga 926 km WLTP.
- Fast charging hingga 350 kW.
- Steer-by-wire sebagai fitur perdana di mobil produksi massal Mercedes Jerman.
- MB.OS berbasis AI dengan update OTA penuh.
Kabin lebih nyaman dan semakin mewah
Bagian interior tetap mempertahankan MBUX Hyperscreen 55 inci sebagai pusat perhatian. Namun, Mercedes menambahkan pengalaman yang lebih personal agar kabin terasa lebih responsif sesuai kebutuhan pengemudi dan penumpang.
Kenyamanan kabin juga ditingkatkan lewat fitur pemanas sabuk pengaman hingga 44 derajat Celsius, trim kayu poplar open-pore baru, dan jahitan laurel khas Mercedes. Pendekatan ini memperkuat nuansa “Welcome home” yang menjadi ciri mobil mewah merek tersebut.
Penumpang belakang mendapat dua layar 13,1 inci dengan fungsi hiburan dan kerja, termasuk video conference. Sistem penyaring udara juga ditingkatkan lewat filter HEPA yang mampu menyaring hingga 99,65 persen partikel udara.
Menuju era S-Class EV
Mercedes-Benz menempatkan EQS facelift sebagai model pengisi masa transisi sebelum lini ini dilebur ke dalam S-Class EV di masa mendatang. Posisi itu menandakan EQS tetap penting, bukan hanya sebagai sedan listrik premium, tetapi juga sebagai etalase teknologi terbaru pabrikan.
Dengan kombinasi desain yang kini lebih “Mercy”, jarak tempuh lebih jauh, kemampuan isi daya lebih cepat, dan fitur digital yang semakin lengkap, EQS facelift hadir sebagai jawaban Mercedes atas kritik lama sekaligus penegasan arah baru mobil listrik mewah mereka.







