Minat terhadap mobil listrik terlihat meningkat di sebuah pameran otomotif di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pengunjung datang bukan hanya untuk melihat unit, tetapi juga mencari promo pembelian yang dinilai makin menarik.
Penawaran yang paling banyak dicari adalah uang muka ringan, cicilan fleksibel, hingga bunga 0 persen. Skema ini membuat mobil listrik semakin dilirik sebagai pilihan kendaraan harian yang lebih hemat energi.
Salah satu tenaga penjual, Maya, menyebut antusiasme konsumen sedang tinggi. Menurut dia, banyak pengunjung datang untuk melihat langsung kendaraan dan mencoba test drive sebelum memutuskan pembelian.
Promo yang ditawarkan dalam pameran itu cukup beragam. Calon pembeli disebut bisa membawa pulang mobil listrik dengan DP mulai puluhan juta rupiah dan cicilan bulanan dari kisaran jutaan rupiah, bergantung pada tipe kendaraan serta skema pembiayaan.
Model yang paling banyak dicari
Salah satu model yang paling diminati adalah J5. Varian premium mobil ini dibanderol sekitar Rp309,9 juta dengan jarak tempuh hingga 461 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Daya tarik J5 tidak hanya pada harga yang relatif kompetitif di kelasnya. Konsumen juga mempertimbangkan efisiensi penggunaan dan biaya kepemilikan yang diklaim lebih ringan dibanding mobil konvensional.
Selain J5, tersedia pula J7 yang merupakan mobil plug-in hybrid. Model ini dibanderol sekitar Rp509,9 juta dan disebut memiliki kemampuan tempuh hingga 1.300 kilometer dari kombinasi bahan bakar dan listrik.
J7 juga membawa fitur modern yang menjadi nilai tambah di mata calon pembeli. Beberapa di antaranya adalah kamera 540 derajat dan sistem keselamatan yang lengkap.
Untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga, ada juga J8. Model tiga baris kursi ini dibanderol sekitar Rp828 juta dengan penawaran kabin yang lebih luas serta fitur unggulan serupa.
Promo pembelian dan bonus tambahan
Selain harga unit, promosi penjualan menjadi faktor penting yang mendorong keramaian pengunjung. Konsumen dapat memanfaatkan program tukar tambah kendaraan lama untuk meringankan biaya pembelian.
Pilihan pembiayaan juga dibuat lebih fleksibel. Tersedia bunga 0 persen selama satu tahun serta tenor cicilan hingga lima tahun, sehingga pembeli bisa menyesuaikan skema dengan kemampuan finansial.
Bonus pembelian turut menjadi daya tarik tambahan. Konsumen disebut memperoleh portable charger, karpet mobil, kaca film, dan perlengkapan keselamatan standar.
Untuk transaksi tunai, ada pula penawaran asuransi gratis selama satu tahun. Insentif semacam ini dianggap menambah nilai pembelian, terutama bagi konsumen yang baru pertama kali beralih ke kendaraan listrik.
Alasan mobil listrik makin diminati
Ketertarikan pada mobil listrik tidak lepas dari biaya penggunaan yang dinilai lebih efisien. Dalam informasi yang disampaikan tenaga penjual, kendaraan listrik menawarkan pajak tahunan yang relatif rendah, bahkan disebut di bawah Rp500 ribu.
Keuntungan lain yang sering menjadi pertimbangan adalah bebas aturan ganjil-genap. Bagi pengguna di wilayah perkotaan, kemudahan ini memberi nilai praktis untuk mobilitas harian.
Biaya perawatan juga disebut lebih hemat daripada kendaraan bermesin konvensional. Maya menjelaskan, servis gratis diberikan hingga 4 tahun atau 60.000 kilometer, sementara garansi baterai mencapai 8 tahun atau 160.000 kilometer.
Gabungan antara harga yang makin kompetitif, skema kredit yang ringan, dan biaya kepemilikan yang lebih efisien membuat mobil listrik kian realistis untuk dijangkau. Di tengah ramainya pameran otomotif, pola ini menunjukkan bahwa keputusan membeli kini tidak hanya dipengaruhi teknologi, tetapi juga hitungan ekonominya yang semakin masuk akal.







