Triumph Tracker 400 Vs Thruxton 400, Dua Karakter Beda Di Mesin 398 Cc Yang Sama

Triumph Motorcycles kembali memperluas lini motor 400 cc lewat dua model baru, Tracker 400 dan Thruxton 400. Keduanya hadir untuk melengkapi Speed 400 dan Scrambler 400 X, tetapi membawa karakter yang berbeda lewat desain, ergonomi, dan penyetelan sasis.

Dua model ini juga memakai versi terbaru mesin TR Series satu silinder 398 cc. Tenaganya naik sekitar 5 persen menjadi 41,4 hp pada 9.000 rpm, sementara torsi puncak tetap 37,5 Nm pada 7.500 rpm.

Mesin yang Lebih Responsif

Revisi pada profil camshaft dan penyetelan ulang mesin membuat respons putaran terasa lebih agresif. Triumph menyebut 80 persen tenaga sudah tersedia sejak 3.000 rpm, sehingga karakter mesinnya tetap kuat di putaran rendah hingga menengah.

Paket mesin itu dipadukan dengan transmisi enam percepatan. Triumph juga tetap memasang ride-by-wire throttle, kopling assist & slipper, ABS, serta traction control yang bisa dimatikan.

Tracker 400 Mengusung Aura Flat Track

Tracker 400 tampil dengan gaya flat track yang langsung terlihat dari number board besar, grafis balap, dan ban Pirelli MT60 RS. Motor ini memakai sasis khusus dengan wheelbase 53,9 inci yang lebih pendek dibanding Speed 400.

Suspensi depan menggunakan garpu upside-down Showa Big Piston 43 mm dengan travel 5,5 inci. Di belakang, Triumph memakai monoshock dengan travel 5,1 inci, lalu mengandalkan cakram depan 300 mm dengan kaliper empat piston serta cakram belakang 230 mm.

Posisi berkendaranya dibuat lebih aktif. Setang dibuat lebih lebar dan rendah, sementara footpeg diposisikan lebih ke belakang dan lebih tinggi sehingga pengendara mendapat postur tegak dengan gaya elbows out khas motor tracker.

Thruxton 400 Lebih Kental Nuansa Cafe Racer

Thruxton 400 bergerak ke arah yang berbeda karena membawa identitas cafe racer klasik. Motor ini memakai fairing setengah, tangki memanjang, dan jok cowl yang terinspirasi dari lini Thruxton lama, tetapi tetap dikemas dengan pendekatan modern.

Wheelbase-nya tercatat 54,2 inci, sehingga dimensinya mendekati Speed 400. Suspensi depan masih memakai Showa Big Piston 43 mm, namun travel dibuat sedikit lebih pendek, yaitu 5,3 inci, dengan bobot mencapai 388 lbs.

Ergonomi Thruxton 400 dibuat lebih sporty lewat clip-on handlebar. Posisi setang turun 9,7 inci dan lebih sempit, sedangkan footpeg dimajukan ke belakang dan dinaikkan, agar postur berkendara terasa menunduk dan fokus ke arah depan.

Perbedaan Ban dan Pengarahan Karakter

Jika Tracker 400 menonjolkan sisi nakal dan siap bermain di lintasan bergaya flat track, Thruxton 400 lebih menekankan sensasi berkendara di jalan aspal. Triumph memasang ban Pirelli Diablo Rosso IV pada pelek 17 inci untuk Thruxton 400, sedangkan Tracker 400 memakai Pirelli MT60 RS yang lebih kasar.

Perbedaan itu membuat dua motor ini tidak hanya tampil beda dari sisi visual, tetapi juga dari pengalaman berkendara. Tracker 400 terasa lebih santai namun agresif dalam postur, sedangkan Thruxton 400 lebih tajam dan menuntut posisi tubuh yang condong ke depan.

Harga dan Ketersediaan

Belum ada harga resmi yang diumumkan untuk semua pasar. Namun informasi yang beredar menyebut kedua unit sudah mulai dijual di India, dengan banderol Tracker 400 sebesar 2,46 lakh dan Thruxton 400 seharga 2,66 lakh.

Di India, Triumph juga menyesuaikan mesin seri 400 cc menjadi 349 cc untuk mengikuti aturan pajak baru. Kehadiran Tracker 400 dan Thruxton 400 menunjukkan strategi Triumph yang makin serius memperluas pilihan motor klasik modern di segmen entry-level, bersama jajaran roadster, scrambler, tracker, dan cafe racer berbasis platform yang sama.

Source: www.oto.com
Exit mobile version