BYD kembali memperkuat posisi Song Pro DM-i di segmen crossover plug-in hybrid lewat peningkatan besar pada sistem baterai. Pembaruan ini membuat jarak tempuh listriknya meningkat menjadi 200 km menurut siklus WLTC, sehingga mobil ini menawarkan kemampuan melaju lebih jauh tanpa bergantung penuh pada mesin bensin.
Data spesifikasi model terbaru itu muncul dalam dokumen resmi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok atau MIIT. Dari informasi yang tercantum, BYD Song Pro DM-i juga mendapat dukungan pengisian cepat yang menjadi salah satu nilai jual penting di kelas plug-in hybrid.
Baterai baru jadi fokus utama
Perubahan terbesar pada Song Pro DM-i ada di sektor elektrifikasi. BYD kini membekali model ini dengan baterai lithium iron phosphate atau LFP berkapasitas 34,275 kWh yang diproduksi oleh FinDreams.
Kapasitas tersebut membuat jarak tempuh listrik naik sekitar 33,3 persen dibanding pendahulunya yang hanya mampu menempuh 150 km berdasarkan WLTC. Dalam pengujian CLTC, jarak tempuh listriknya bahkan disebut bisa mencapai 290 km.
Pengisian cepat jadi keunggulan tambahan
Selain lebih besar, paket baterai baru ini juga mendukung pengisian cepat. BYD mengklaim daya baterai bisa terisi dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar 9 menit dengan pengisi daya megawatt.
Kemampuan ini memberi keuntungan praktis bagi pengguna yang membutuhkan pengisian singkat di tengah mobilitas tinggi. Di segmen plug-in hybrid, kecepatan pengisian seperti ini bisa menjadi pembeda yang relevan dibanding banyak rivalnya.
Mesin bensin dan motor listrik tetap dipertahankan
Di balik efisiensinya, Song Pro DM-i tetap mengandalkan konfigurasi yang familiar. Mobil ini memakai mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga 74 kW yang dipadukan dengan motor listrik 120 kW.
Tenaga disalurkan ke roda depan untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan performa harian. Kombinasi tersebut memberi karakter khas plug-in hybrid yang bisa digunakan untuk perjalanan listrik pendek sekaligus perjalanan lebih jauh saat mesin bensin ikut bekerja.
Dimensi kompak, desain makin modern
Secara ukuran, Song Pro DM-i tetap masuk kategori crossover kompak. Panjangnya 4.735 mm, lebarnya 1.860 mm, tingginya 1.690 mm, dan jarak sumbu rodanya 2.712 mm.
Dari sisi tampilan, BYD membawa bahasa desain terbaru dengan lampu depan ramping, aksen krom “Dragon Whiskers”, serta bukaan udara depan yang besar. Kabinnya tetap memakai konfigurasi lima penumpang, sehingga model ini diarahkan untuk kebutuhan keluarga kecil maupun pengguna urban yang butuh ruang praktis.
Potensi fitur bantuan berkendara lebih canggih
Selain peningkatan baterai, model terbaru ini juga disebut berpotensi mendapatkan sistem bantuan berkendara canggih berbasis LiDAR. Fitur tersebut dikaitkan dengan DiPilot 300 atau “God’s Eye B”, yang menunjukkan arah pengembangan BYD ke teknologi asisten berkendara yang lebih maju.
Meski detail lengkapnya belum diumumkan secara luas, kehadiran teknologi ini akan menambah daya tarik Song Pro DM-i di pasar SUV elektrifikasi. Perpaduan antara baterai lebih besar, jarak tempuh listrik yang lebih jauh, dan pengisian cepat membuat model ini semakin kompetitif untuk konsumen yang mencari efisiensi tanpa kehilangan fleksibilitas penggunaan.
Harga tetap berada di segmen kompetitif
Sebagai acuan, BYD Song Pro DM-i versi sebelumnya dijual di Tiongkok mulai 102.800 yuan hingga 130.800 yuan. Jika dikonversi sesuai data referensi, rentangnya berada di kisaran Rp258 juta sampai Rp328 jutaan.
Dengan peningkatan pada baterai dan efisiensi yang lebih baik, model terbaru ini diperkirakan tetap menyasar segmen harga yang bersaing. Posisi tersebut membuat Song Pro DM-i tetap relevan sebagai crossover plug-in hybrid yang mengutamakan jarak tempuh listrik lebih panjang, pengisian lebih cepat, dan paket penggunaan yang serbaguna.
