Mitsubishi Destinator hadir sebagai SUV baru yang mengandalkan mesin turbo 1.500 cc. Karakter tenaganya disebut cukup besar, sehingga pengemudi tidak perlu terus menggeber mobil untuk mendapatkan performa yang responsif.
Sorotan itu menjadi penting karena banyak pengguna masih mengaitkan mesin turbo dengan gaya mengemudi agresif. Pada Destinator, dorongan tenaga justru dirancang agar mobil tetap enak dipakai dalam kebutuhan harian, termasuk saat menyalip, melaju di tol, dan menghadapi tanjakan.
Mesin yang dipakai adalah 4B40 1.500 cc MIVEC dengan water-cooled intercooler. Unit ini menghasilkan tenaga 163 PS dan torsi 250 Nm.
Dukungan turbocharger membuat akselerasi terasa lebih sigap saat dibutuhkan. Mitsubishi juga mengklaim kombinasi mesin ini memberi perpaduan tenaga dan efisiensi bahan bakar.
Pereli nasional sekaligus duta merek Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, menilai pengemudi tidak perlu memancing kerja turbo secara berlebihan. Menurut dia, gaya mengemudi agresif justru membuat turbo bekerja ekstra dan menghasilkan panas lebih tinggi.
Rifat menjelaskan bahwa panas menjadi kunci pada mesin turbo. Saat suhu kerja meningkat karena pengemudian yang terlalu dipaksa, energi yang terpakai juga menjadi lebih besar sehingga pendekatan mengemudi yang lebih tenang dinilai lebih ideal.
Ia menyarankan pengemudi mempercayakan kerja mesin pada sistem yang sudah dikontrol. Dengan begitu, sensasi berkendara tetap bisa didapat tanpa harus terus-menerus menekan mobil secara agresif.
Karakter mesin dan transmisi
Mesin turbo 1,5 liter pada Destinator dipadukan dengan Continuously Variable Transmission atau CVT. Kombinasi ini dioptimalkan untuk efisiensi bahan bakar sekaligus mendukung akselerasi.
Sistem penggeraknya mengandalkan roda depan. Mitsubishi Motors juga menyematkan teknologi all-wheel control, termasuk Active Yaw Control atau AYC, untuk membantu menghadirkan pengendaraan yang aman di berbagai permukaan jalan dan kondisi cuaca.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa performa Destinator tidak hanya dibangun dari angka tenaga semata. Pabrikan juga menekankan kontrol kendaraan agar respons mesin tetap terasa relevan untuk penggunaan keluarga dan perjalanan jarak jauh.
Untuk menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi jalan, Destinator dibekali lima mode berkendara. Pilihannya terdiri dari Normal Mode, Wet Mode, Gravel Mode, Mud Mode, dan Tarmac Mode.
Kehadiran mode berkendara ini memberi fleksibilitas lebih bagi pengemudi. Mobil dapat beradaptasi lebih baik ketika harus melintasi jalan basah, permukaan lepas, hingga jalur beraspal.
Fokus pada kenyamanan kabin
Di luar mesin turbo, Destinator juga membawa sejumlah fitur yang menonjolkan kenyamanan. Salah satu andalannya adalah Dynamic Sound Yamaha Premium, sistem audio hasil kolaborasi dengan Yamaha.
Sistem ini memakai delapan speaker. Kualitas suara diklaim lebih jernih, detail, dan merata ke seluruh kabin untuk menemani musik, podcast, atau perjalanan panjang bersama keluarga.
Nuansa kabin juga diperkuat dengan panoramic sunroof. Kehadiran fitur ini membuat ruang dalam terasa lebih lapang, terang, dan memberi pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan bagi seluruh penumpang.
Sebagai SUV tiga baris kursi, Destinator menaruh perhatian pada akses ke baris ketiga. Mitsubishi menghadirkan mekanisme pelipatan kursi tengah yang mudah serta ruang bukaan pintu yang optimal agar penumpang bisa masuk tanpa repot.
Fitur ini menjadi penting untuk mobil keluarga. Kemudahan keluar-masuk ke baris belakang akan terasa berguna saat bepergian bersama anak-anak atau orang tua.
Bagasi Destinator juga dilengkapi Hands Free Power Tailgate. Fitur ini memudahkan pengguna saat tangan sedang penuh membawa belanjaan atau perlengkapan perjalanan.
Pintu bagasi dapat terbuka otomatis melalui gerakan kaki di area sensor. Pengguna tidak perlu menyentuh tombol untuk membuka bagasi.
Performa yang tidak menuntut gaya agresif
Kombinasi tenaga 163 PS, torsi 250 Nm, dan dukungan CVT menempatkan Destinator sebagai SUV yang menonjolkan respons instan saat diperlukan. Namun pesan yang ingin ditekankan bukan sekadar soal kencang, melainkan soal cara memanfaatkan tenaga turbo secara efisien.
Dalam konteks itu, pernyataan Rifat Sungkar menjadi penegas karakter mobil ini. Mesin turbo pada Destinator disebut sudah memberi dorongan tenaga yang cukup, sehingga pengemudi bisa tetap santai tanpa harus memaksa kerja turbo di setiap kesempatan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan paket fitur yang dibawa mobil ini. Destinator tidak hanya menawarkan performa untuk menyalip atau menaklukkan tanjakan, tetapi juga kenyamanan kabin, kemudahan akses tiga baris, serta dukungan mode berkendara untuk berbagai kondisi jalan.
