Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-Gilaan, Pemerintah Bilang Ini Soal Pertalite dan Solar!

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi di Indonesia merupakan dampak dari mekanisme pasar global. Penyesuaian itu disebut mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga bukan keputusan yang berdiri sendiri.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah memahami kenaikan harga tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar yang perlu direspons. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga harga tetap transparan, kompetitif, dan tidak memicu distorsi di pasar.

Pemerintah Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik

Di tengah lonjakan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami penyesuaian. Anggia menekankan bahwa perlindungan terhadap BBM subsidi menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan kelompok rentan.

Pemerintah juga menyatakan harga Pertalite dan Solar subsidi akan dijaga stabil hingga akhir tahun ini. Sikap itu diambil agar tekanan biaya energi tidak makin berat bagi masyarakat yang masih bergantung pada BBM bersubsidi.

Anggia menambahkan bahwa situasi ini bisa dilalui dengan dukungan masyarakat. Ia menyebut pemerintah optimistis kondisi pasar dapat dihadapi lewat kerja sama semua pihak.

Pertamina Naikkan Sejumlah BBM Nonsubsidi

PT Pertamina (Persero) tercatat telah menyesuaikan harga BBM di Indonesia pada Sabtu (18/4). Dari pantauan harga di laman mypertamina.id, ada tiga jenis BBM nonsubsidi yang mengalami perubahan, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Pertamax Turbo kini dijual Rp 19.400 per liter. Sebelumnya, produk ini berada di level Rp 13.100 per liter, sehingga kenaikannya mencapai Rp 6.300 per liter.

Dexlite juga ikut terkerek cukup tajam. Harga BBM ini saat ini berada di Rp 23.600 per liter, naik Rp 9.400 per liter dibandingkan bulan sebelumnya.

Pertamina Dex mengalami penyesuaian yang serupa. Produk tersebut kini dibanderol Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Harga BBM Lain Masih Dipertahankan

Meski beberapa jenis BBM nonsubsidi naik cukup tinggi, Pertamina tidak mengubah harga Pertamax dan Pertamax Green. Pertamax tetap dijual Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green tetap Rp 12.900 per liter.

Kondisi ini menunjukkan penyesuaian harga tidak terjadi merata pada seluruh produk BBM yang dijual Pertamina. Perubahan hanya terjadi pada jenis tertentu, sementara sebagian lainnya masih dipertahankan di harga lama.

Respons Pemerintah terhadap Tekanan Pasar

Pemerintah menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga tidak lepas dari tren di negara-negara tetangga. Anggia mengatakan sejumlah negara lebih dulu menaikkan harga bahan bakar, bahkan dengan rentang yang cukup tinggi.

Dalam pandangan pemerintah, hal yang terpenting adalah memastikan harga BBM tetap berada dalam kerangka yang wajar dan tidak mengganggu pasar. Karena itu, transparansi dan daya saing menjadi poin yang terus ditekankan dalam kebijakan energi saat ini.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menambah perhatian publik terhadap biaya energi di dalam negeri. Di sisi lain, kepastian bahwa BBM subsidi tetap ditahan memberi sinyal bahwa pemerintah masih berupaya menjaga tekanan inflasi dan melindungi kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Source: oto.detik.com

Terkait