Mercedes-Benz kembali menarik perhatian pasar mobil listrik lewat C-Class EV yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 762 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar WLTP. Angka ini menempatkan sedan listrik tersebut sebagai salah satu model menengah dengan daya jelajah paling jauh di kelasnya, sekaligus memperlihatkan arah baru Mercedes-Benz dalam elektrifikasi.
Model ini disebut sebagai C-Class listrik murni pertama di dunia dan tampil dengan desain baru yang menggabungkan siluet coupé yang lebih aerodinamis dengan sentuhan digital yang kuat. Ola Källenius, Chairman Mercedes-Benz Group AG, bahkan menggambarkannya sebagai C-Class paling bertenaga dan sporti yang pernah dibuat.
Jarak tempuh dan pengisian daya jadi sorotan utama
Daya jelajah 762 kilometer menjadi nilai jual paling menonjol dari mobil ini. Mercedes-Benz juga membekali C-Class EV dengan arsitektur 800-volt dan baterai 94 kWh untuk mendukung efisiensi pengisian dan performa berkendara.
Dalam kondisi tertentu, mobil ini diklaim bisa menambah jarak tempuh 325 kilometer hanya dalam 10 menit pengisian daya. Kecepatan pengisian tersebut menjadi poin penting bagi konsumen yang membutuhkan mobil listrik dengan waktu isi ulang yang singkat.
Efisiensi daya itu juga ditopang oleh sistem pengereman one-box yang memiliki kemampuan rekuperasi hingga 300 kW. Selain itu, Mercedes-Benz memakai pompa panas multisumber untuk membantu menjaga efisiensi energi saat mobil digunakan dalam berbagai kondisi.
Kabin digital dengan pendekatan mewah
Masuk ke kabin, fokus Mercedes-Benz bergeser ke pengalaman digital dan kemewahan yang terasa menyeluruh. C-Class EV membawa MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci yang membentang dari pilar ke pilar dan menggunakan teknologi matrix backlight dengan lebih dari 1.000 LED individual.
Tampilan layar besar itu dirancang agar tetap tajam dan interaktif untuk pengemudi serta penumpang depan. Mercedes-Benz juga menggambarkan interiornya sebagai ruang perlindungan pribadi yang menonjolkan kualitas pengerjaan tangan dan kenyamanan akustik.
Sistem operasi MB.OS menjadi otak utama di balik pengalaman digital mobil ini. Melalui sistem tersebut, MBUX Virtual Assistant hadir untuk merespons percakapan kompleks, sementara navigasi elektrik cerdas dan fitur Augmented Reality pada head-up display membantu pengemudi membaca situasi jalan dengan lebih jelas.
Fitur kabin yang menonjolkan karakter premium
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah atap panoramik Sky Control dengan 162 bintang yang bisa menyala. Efek pencahayaan itu dapat berubah sesuai skema ambient light yang dipilih pemilik, sehingga kabin terasa lebih personal dan berbeda dari sedan listrik pada umumnya.
Mercedes-Benz juga menyebut interior mobil ini sudah mengantongi sertifikat vegan. Material yang digunakan mencakup desain kulit Nappa “Twisted Diamond” tanpa meninggalkan identitas kemewahan khas merek asal Jerman tersebut.
Lincah di jalan, nyaman di berbagai kondisi
Di sisi dinamika berkendara, C-Class EV mengandalkan rear-axle steering 4,5 derajat untuk meningkatkan kelincahan. Teknologi ini membuat radius putar mobil hanya 11,2 meter, angka yang membantu manuver di ruang sempit atau jalan perkotaan yang padat.
Suspensi udara Airmatic dengan redaman prediktif juga hadir untuk menjaga kenyamanan. Menariknya, sistem ini disebut bisa membaca data dari Google Maps dan menyesuaikan bantingan sebelum mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Mercedes-Benz juga menambahkan aspek fungsional melalui bagasi depan atau frunk berkapasitas 101 liter. Di luar itu, mobil ini memiliki kemampuan derek hingga 1,8 ton, sehingga tetap relevan untuk kebutuhan harian yang lebih praktis.
Perlindungan dan sistem bantuan pengemudi
Dari sisi keselamatan, Mercedes-Benz membekali mobil ini dengan MB.Drive Assist Pro. Sistem tersebut memungkinkan pengalaman berkendara point-to-point secara otomatis, termasuk saat menghadapi kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Kombinasi fitur bantuan mengemudi, navigasi cerdas, dan pengaturan suspensi adaptif menunjukkan bahwa C-Class EV tidak hanya mengejar angka jarak tempuh. Mobil ini juga diposisikan sebagai sedan listrik yang ingin menawarkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan kemewahan modern.
Source: kabaroto.com






