Pemerintah mulai mematangkan proyek mobil nasional yang akan dijalankan PT Pindad, dengan Karawang disebut sebagai lokasi awal pengembangan produksinya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kawasan di Karawang disiapkan agar kapasitas produksi bisa ditingkatkan bertahap.
Airlangga menyebut rencana itu saat berada di PIK 2 pada Senin (20/04). Ia juga menegaskan bahwa mobil nasional tidak akan berhenti pada satu model saja, melainkan diarahkan menjadi brand yang memproduksi sejumlah kendaraan roda empat.
Karawang Jadi Titik Awal Produksi
Pernyataan Airlangga memberi sinyal bahwa Karawang akan memegang peran penting dalam fase awal proyek mobil nasional. Lokasi ini dipandang sebagai basis untuk membangun rangkaian produksi yang bisa berkembang seiring kesiapan industri dan infrastruktur pendukung.
Pendekatan bertahap itu menunjukkan pemerintah ingin memastikan proyek berjalan dalam jalur yang realistis. Dengan demikian, kapasitas produksi tidak dikejar sekaligus, tetapi dinaikkan sesuai kebutuhan dan kesiapan teknis.
Sedan Listrik Masuk Daftar Model
Salah satu model yang sempat disorot adalah sedan listrik. Kendaraan ini sebelumnya juga pernah dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah, sehingga mobil listrik menjadi arah yang menonjol dalam desain proyek nasional ini.
Airlangga mengatakan, “Salah satunya sedan listrik, tentunya nanti ada multi produk (yang diproduksi Pindad).” Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Pindad diposisikan bukan hanya sebagai produsen satu jenis kendaraan, melainkan sebagai pemain yang dapat menggarap beberapa varian.
Pertemuan Percepatan Pengembangan
Di saat yang sama, muncul kabar adanya pertemuan antara Tedoi Bharata selaku Wakil Kepala BP BUMN, CTO BPI Danantara, dan Direktur Utama Pindad Sigit P. Santosa. Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan percepatan pengembangan mobil nasional.
Langkah itu memperlihatkan bahwa proyek ini tidak hanya berada di level wacana, tetapi mulai masuk ke pembahasan lintas lembaga. Fokusnya adalah memperkuat industri nasional, terutama sektor otomotif, agar memiliki daya saing yang lebih kuat.
Melalui akun Instagram @bumn_id, disebutkan bahwa pengembangan mobil nasional bukan semata proyek industri. Inisiatif itu juga diarahkan untuk membangun ekosistem otomotif nasional yang lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dorongan untuk Ekosistem Otomotif Nasional
Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional. Selain itu, pengembangan mobil nasional diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan mendorong inovasi anak bangsa.
Arah kebijakan tersebut menempatkan industri otomotif sebagai salah satu sektor yang bisa tumbuh melalui kolaborasi dan penguatan basis produksi dalam negeri. Jika ekosistemnya terbentuk dengan baik, proyek ini berpotensi memberi efek berantai bagi rantai pasok, tenaga kerja, dan pengembangan teknologi.
Target Besar Prabowo di Sedan Listrik
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan harapan agar produksi besar-besaran sedan listrik dapat dimulai pada 2028. Ia juga menyebut perusahaan yang akan memproduksi kendaraan itu akan segera dibentuk.
Prabowo menilai Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memproduksi kendaraan listrik buatan anak bangsa. Ia juga mengaitkan arah itu dengan misi energi bersih, energi terbarukan, serta transformasi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik.
Dengan Karawang disiapkan sebagai salah satu basis produksi dan Pindad berada di garis depan, pengembangan mobil nasional kini bergerak ke tahap yang lebih konkret. Fokus berikutnya tampak pada penguatan kapasitas, kesiapan model, dan pembangunan ekosistem agar target produksi kendaraan listrik nasional bisa berjalan sesuai rencana.







