Hyundai Motor Indonesia buka suara setelah salah satu mobil listrik Kona milik konsumen dilaporkan terbakar mendadak di Gresik. Peristiwa itu diduga berkaitan dengan baterai yang mengalami panas berlebih atau overheat.
Chief Operating Officer Hyundai Motor Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyampaikan pihaknya kini berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen. Hyundai juga menyebut masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
"Pertama-tama kami menyampaikan keprihatinan kepada pelanggan kami yang terdampak. Prioritas kami saat ini adalah berkoordinasi dengan dealer untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan konsumen yang utama," kata Soerjopranoto melalui pesan singkat.
Ia menegaskan Hyundai akan mendampingi konsumen yang terdampak dan memberi pembaruan perkembangan secara berkala. Sikap ini muncul di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan untuk memastikan sumber masalah pada kendaraan listrik tersebut.
Api muncul setelah peringatan baterai
Insiden itu dilaporkan terjadi saat mobil menunjukkan tanda awal berupa indikator baterai lemah. Sekitar 10 menit kemudian, muncul peringatan panas berlebih sebelum api dan percikan mulai terlihat dari kendaraan.
Pelapor sekaligus pengemudi, Alex, menggambarkan kejadian berlangsung cepat setelah muncul sinyal peringatan. "Awalnya indikator low battery, lalu muncul peringatan panas berlebih. Tidak lama kemudian keluar percikan api dan langsung membesar," ujarnya.
Alex sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR. Namun, upaya awal itu tidak berhasil menghentikan kobaran api sehingga ia segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Damkar padamkan api sekitar 40 menit
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik tiba di lokasi beberapa menit setelah laporan diterima. Proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit sampai api benar-benar padam dan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Operasi penanganan dinyatakan selesai pada pukul 12.15 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut dugaan awal mengarah pada overheat di sistem baterai mobil listrik.
"Dugaan awal karena overheat pada sistem baterai. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan," kata Suyono.
Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian itu. Sementara itu, kerugian material masih dalam pendataan dan belum dirinci lebih jauh.
Sorotan pada keselamatan kendaraan listrik
Kasus ini kembali menempatkan isu keselamatan baterai kendaraan listrik dalam perhatian publik. Dalam insiden tersebut, gejala awal seperti baterai lemah dan peringatan panas berlebih muncul sebelum api membesar, sehingga pemantauan sistem peringatan menjadi sorotan penting.
Meski penyebab pasti belum dipastikan, baik Hyundai maupun otoritas setempat sama-sama menyebut proses pendalaman masih berlangsung. Di sisi lain, respons cepat petugas pemadam membantu mencegah api meluas dan menjaga kondisi di lokasi tetap terkendali.
Hybrid atau kendaraan listrik memang mengandalkan sistem baterai sebagai komponen utama, sehingga tanda-tanda awal yang muncul pada sistem perlu ditindaklanjuti segera. Dalam kasus Kona yang terbakar di Gresik, langkah-langkah lanjutan dari Hyundai dan hasil penyelidikan petugas akan menjadi penentu untuk menjelaskan akar masalah secara lebih utuh.
Source: www.cnnindonesia.com






