Wuling Eksion PHEV Harga Serang Tiggo 8 CSH, Duel SUV 7-Seater Elektrifikasi Makin Panas

Pasar SUV keluarga 7-seater di Indonesia mendapat pemain baru dengan hadirnya Wuling Eksion Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Model ini langsung menantang Chery Tiggo 8 CSH, yang lebih dulu dikenal sebagai salah satu SUV elektrifikasi di segmen yang sama.

Keduanya masuk ke arena yang sensitif terhadap harga, fitur, dan ruang kabin. Wuling dan Chery sama-sama membawa teknologi PHEV, sehingga persaingan tidak hanya soal tampilan, tetapi juga nilai pakai untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Harga jadi senjata awal

Wuling membuka langkah agresif lewat harga khusus Eksion PHEV mulai dari Rp449 juta untuk tipe CE hingga Rp499 juta untuk varian tertinggi EX. Skema ini berlaku untuk 2.000 konsumen pertama, sehingga langsung menempatkan model tersebut di radar calon pembeli yang mencari SUV elektrifikasi dengan banderol kompetitif.

Chery Tiggo 8 CSH juga bermain di kisaran yang berat untuk pasar ini. Varian FWD Comfort dijual Rp449,9 juta, FWD Premium Rp519,9 juta, dan CSH AWD berada di level Rp569,9 juta.

Selisih harga tersebut membuat dua model ini menyasar kelompok konsumen yang berbeda dalam satu segmen. Wuling tampil lebih agresif di titik masuk, sementara Chery menawarkan rentang varian yang lebih lebar untuk pembeli yang mengejar opsi lebih tinggi.

Dimensi dan proporsi kabin

Dari sisi ukuran bodi, Wuling Eksion PHEV memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Angka ini menunjukkan fokus pada kabin yang lapang dan proporsi SUV keluarga yang cukup besar.

Chery Tiggo 8 CSH sedikit lebih lebar dengan ukuran 1.860 mm, tetapi jarak sumbu rodanya lebih pendek di 2.710 mm. Perbedaan ini penting karena wheelbase sering berpengaruh pada rasa lega di dalam kabin, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga.

Pada praktiknya, Wuling menonjolkan kapasitas ruang yang besar. Saat kursi baris kedua dan ketiga dilipat, bagasi Eksion PHEV bisa mencapai 1.788 liter.

Tampilan luar dan nuansa interior

Secara desain, Wuling memakai pendekatan Muscular Flowline Design dengan pelek 18 inci. Bahasa desain ini memberi kesan tegas dan berisi, sesuai karakter SUV keluarga yang ingin terlihat modern tanpa berlebihan.

Chery memilih wajah berbeda melalui gril matrix diamond dan pelek 19 inci. Kombinasi tersebut membuat Tiggo 8 CSH tampil lebih mencolok di jalan dan memberi kesan premium sejak pandangan pertama.

Masuk ke kabin, Wuling menghadirkan interior bernuansa walnut brown. Di bagian tengah, ada layar sentuh 12,8 inci yang menjadi pusat kendali berbagai fitur kendaraan.

Chery membalas dengan layar capacitive touchscreen 15,6 inci yang lebih besar. Selain itu, Tiggo 8 CSH memakai material soft touch dan tuas transmisi model shift-by-wire yang ditempatkan di belakang kemudi untuk menjaga kesan mewah dan rapi.

Fitur dan pendekatan teknologi

Chery juga membawa keunggulan pada aspek bantuan berkendara. Tiggo 8 CSH sudah dilengkapi Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS, bahkan pada varian terendahnya, yaitu Comfort.

Keberadaan fitur tersebut menunjukkan strategi Chery yang tidak hanya mengandalkan harga dan desain, tetapi juga paket keselamatan dan kenyamanan berkendara. Di sisi lain, Wuling menekankan kombinasi ruang kabin, tampilan modern, dan harga awal yang lebih rendah untuk menarik minat pasar.

Persaingan Wuling Eksion PHEV dan Chery Tiggo 8 CSH memperlihatkan arah baru SUV elektrifikasi keluarga di Indonesia. Dengan harga yang saling berdekatan, dimensi yang cukup kompetitif, serta perbedaan karakter pada fitur dan desain, keputusan konsumen akan sangat bergantung pada prioritas antara ruang, kemewahan, dan teknologi yang dianggap paling sesuai.

Berita Terkait

Back to top button