CEO GAC Indonesia Andry Ciu menyoroti kepastian bahwa pajak mobil listrik di Indonesia pada akhirnya tetap akan diberlakukan. Karena itu, ia mengimbau konsumen yang ingin menikmati skema pajak murah untuk segera mengambil keputusan pembelian sebelum aturan teknis baru berjalan penuh di banyak daerah.
Pernyataan itu muncul setelah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang menyebut mobil listrik tidak lagi sepenuhnya bebas pajak. Meski demikian, pemerintah daerah masih punya kewenangan memberi insentif berupa pembebasan pajak, sementara surat edaran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga meminta para gubernur tetap memberi keringanan bagi kendaraan ramah lingkungan.
Pajak Mobil Listrik Dinilai Tinggal Menunggu Waktu
GAC Indonesia memandang perubahan skema pajak sebagai hal yang hampir pasti terjadi. Andry menyebut kondisi ini bukan soal ada atau tidaknya pajak, melainkan soal kapan aturan itu berlaku merata di seluruh wilayah.
“Pajak itu sudah pasti akan ada kan, tinggal cepat atau lambatnya doang. Bagi customer yang ingin mendapatkan fasilitas masih mendapatkan pajak murah, harus mempercepat pembeliannya,” kata Andry di Guangzhou belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa calon pembeli perlu bergerak lebih cepat jika ingin memanfaatkan ketentuan lama. Menurut dia, waktu menjadi faktor penting karena regulasi baru akan berjalan setelah implementasi teknis di masing-masing daerah semakin jelas.
GAC Dorong Pembelian Lebih Cepat Lewat Promo dan Skema Kredit
Untuk menarik minat konsumen di tengah perubahan aturan, GAC Indonesia tetap menyiapkan promo dan paket kredit yang lebih memudahkan. Perusahaan melihat kemudahan pembelian dapat membantu konsumen yang ingin segera mengambil kendaraan listrik tanpa harus menunggu terlalu lama.
Andry juga menegaskan bahwa strategi tersebut bukan hanya soal harga. GAC ingin menjaga minat pasar dengan menawarkan opsi pembiayaan yang dinilai lebih fleksibel bagi calon pembeli di Indonesia.
“Tentu kita masih terus berikan promo-promo yang menarik, paket-paket kredit yang lebih memudahkan bagi customer,” ujarnya.
Kualitas Produk dan Layanan Tetap Jadi Fokus
Di tengah pembahasan soal pajak, GAC Indonesia tetap menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Andry menyebut perusahaan serius menjaga mutu produk sejak proses perakitan di pabrik hingga layanan servis di jaringan diler.
“Kita sangat fokus mengenai kualitas. Memang kita tidak bercanda dari soal kualiti baik dari pengerjaan assembly di pabrik sampai pelayanan servis dari pihak dealer,” katanya.
Menurut dia, reputasi kualitas juga menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga kepercayaan pasar. GAC bahkan mengklaim pencapaian kualitas produknya diakui melalui penghargaan yang diterima dari China.
Respons Pasar Masih Positif di Tengah Perubahan Aturan
Minat konsumen terhadap produk GAC AION disebut tetap kuat. Hal itu tercermin dari capaian 2.095 Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK untuk model kendaraan listrik dan SUV modern selama ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memberi respons positif terhadap kendaraan listrik, meski isu pajak mulai menjadi perhatian. Bagi GAC Indonesia, momentum ini penting untuk menjaga penjualan sekaligus membantu konsumen mendapatkan keuntungan dari skema pajak yang masih berlaku saat ini.
