
Pemerintah berencana melanjutkan subsidi motor listrik pada tahun ini dengan skema bertahap. Kepastian itu disampaikan Kementerian Keuangan, meski besaran potongan harga dan jumlah unit yang akan menerima subsidi masih dalam pembahasan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut skema yang disiapkan belum final. Ia mengatakan nilai subsidi masih digodok, namun perkiraan awal mengarah pada angka sekitar Rp 5 juta per motor atau lebih, tergantung hasil pembahasan lanjutan.
Skema bertahap dan belum menyasar semua pihak
Purbaya menegaskan penyaluran subsidi tidak akan dilakukan secara merata ke seluruh pembeli motor listrik. Pemerintah menyiapkan seleksi tertentu agar penyaluran bantuan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan program.
Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan ini masih memerlukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Menko Perekonomian. Setelah itu, hasil pembahasan akan kembali dilaporkan kepada Presiden sesuai arahan yang berlaku.
Potensi berlaku untuk konversi motor listrik
Isyarat serupa juga datang dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia menyebut pemerintah membuka peluang untuk kembali menjalankan subsidi konversi motor listrik, terutama karena biaya teknologi konversi mulai menurun.
Menurut Bahlil, harga teknologi yang lebih murah membuat kebutuhan subsidi bisa menyesuaikan. Ia menyebut kisaran biaya konversi saat ini berada di angka sekitar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, sehingga pemerintah dinilai perlu hadir untuk meringankan beban masyarakat.
Formulasi masih dikerjakan satgas energi
Bahlil menambahkan bahwa pola subsidi yang akan dijalankan bisa saja menyerupai program konversi sebelumnya. Namun, pemerintah masih mencari formulasi yang paling tepat agar mekanismenya lebih presisi dan sesuai sasaran.
Penyusunan detail program kini melibatkan satuan tugas khusus transisi energi yang baru dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Satgas itu disebut masih berada pada tahap awal kerja, sehingga pembahasan teknis belum selesai.
Informasi dari pemerintah menunjukkan bahwa subsidi motor listrik memang masih menjadi agenda yang diprioritaskan, tetapi pelaksanaannya belum bisa dilakukan tanpa penyempurnaan skema. Dengan harga teknologi konversi yang terus menurun, pemerintah menilai program ini berpeluang membantu mendorong adopsi kendaraan listrik sekaligus menjaga beban masyarakat tetap terkendali.









