Toyota Uji Kota Masa Depan, AI Pantau Lalu Lintas Dan Bahaya Secara Real-Time

Toyota terus memperkuat ambisinya membangun ekosistem mobilitas masa depan melalui Woven City, sebuah kota futuristik yang dirancang sebagai ruang uji teknologi berbasis kecerdasan buatan. Proyek ini tidak hanya menjadi arena pengembangan kendaraan tanpa sopir, tetapi juga tempat pengujian alat mobilitas personal, pengaturan lalu lintas pintar, dan berbagai solusi yang terhubung dalam satu jaringan data.

Takuya Yokohama selaku President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) menjelaskan bahwa Woven City berfungsi sebagai rumah bagi peneliti, pengembang, dan penghuni untuk berkolaborasi langsung. Ia menyebut Woven City sebagai wadah untuk menciptakan solusi mobilitas masa depan yang lebih aman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan manusia.

Kota Uji Coba yang Terkoneksi AI

Woven City pertama kali diperkenalkan ke publik pada ajang Consumer Electronics Show atau CES 2020. Setelah melalui tahap pengembangan, kota ini resmi mulai beroperasi pada September 2025 dengan area awal seluas 50.000 meter persegi.

Rencana pengembangannya tidak berhenti di situ. Toyota menargetkan kawasan ini meluas hingga sekitar 708.000 meter persegi dan menampung hingga 2.000 penghuni, setelah fase awal yang hanya dihuni 360 orang yang sebagian besar merupakan karyawan serta peneliti Toyota.

Peran Inventor dan Weaver di Dalam Kota

Toyota membagi penghuni Woven City ke dalam dua kelompok utama agar ekosistem uji coba berjalan lebih efektif. Kelompok pertama adalah Inventor, yakni para inovator yang mengembangkan produk dan layanan baru untuk mobilitas yang lebih aman dan mudah dijangkau.

Kelompok kedua adalah Weaver, yaitu warga atau pengunjung dengan latar belakang beragam yang berperan memberi sudut pandang baru serta umpan balik langsung terhadap teknologi yang diuji. Model ini membuat Woven City tidak hanya menjadi tempat eksperimen teknologi, tetapi juga laboratorium sosial yang melibatkan manusia sebagai bagian penting dari proses inovasi.

Energi Hidrogen dan Infrastruktur Terpadu

Seluruh kebutuhan energi di Woven City berasal dari fuel cell berbahan bakar hidrogen, dengan konsep yang menyerupai sistem pada Toyota Mirai. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Toyota tidak hanya menguji teknologi mobilitas, tetapi juga membangun fondasi energi yang mendukung operasional kota secara menyeluruh.

Bangunan, kendaraan, dan aktivitas warga di kota tersebut saling terhubung lewat jaringan data dan sensor. Dengan integrasi ini, Toyota dapat mengevaluasi berbagai solusi secara real-time, baik di dunia fisik maupun melalui simulasi virtual.

AI Vision Engine jadi Otak Pengawasan

Salah satu teknologi inti di Woven City adalah AI Vision Engine. Sistem ini dirancang untuk memahami situasi lingkungan melalui analisis data visual dan perilaku di sekitar secara langsung.

AI Vision Engine mampu mengenali pola, mendeteksi potensi bahaya, lalu mengoordinasikan respons antarperangkat untuk meningkatkan keselamatan. Kemampuan ini menempatkan kecerdasan buatan bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian dari sistem yang memantau dan merespons kondisi kota secara aktif.

Integrated ANZEN System Perkuat Keselamatan

Kinerja AI Vision Engine dipadukan dengan Integrated ANZEN System, yang menyatukan tiga komponen utama sekaligus. Sistem tersebut menggabungkan AI Vision Engine, Woven City Behavior AI, dan Woven City Drive Sync Assist untuk membaca pergerakan manusia, memahami dinamika lalu lintas, dan memberi bantuan mengemudi sesuai kondisi jalan.

Kombinasi itu membuat sistem mampu bekerja lebih adaptif terhadap situasi nyata di lapangan. Toyota menempatkan pendekatan ini sebagai cara untuk mendukung keselamatan tanpa menghilangkan peran manusia dalam pengambilan keputusan.

Toyota menegaskan bahwa AI di Woven City tidak dimaksudkan untuk menggantikan manusia, melainkan melengkapi intuisi dan kemampuan mereka. Melalui proyek ini, pabrikan asal Jepang tersebut ingin menghadirkan inovasi yang inklusif, aman, dan sesuai dengan semangat “Mobility for All” yang menjadi bagian dari komitmen global perusahaan.

Source: carvaganza.com
Terkait