Antrean panjang pembelian Jaecoo J5 EV mulai mendapat perhatian serius dari pabrikan. Menanggapi keluhan calon konsumen soal inden, Jaecoo menyebut pengiriman unit ke pembeli di Indonesia bisa dilakukan dalam dua sampai tiga pekan.
Permintaan terhadap SUV listrik ini memang masih tinggi sejak pertama kali hadir secara resmi. Apalagi, saat awal peluncuran, varian tertingginya dibanderol Rp 299 juta, sehingga J5 EV langsung menarik minat pasar dan memicu lonjakan pemesanan.
Permintaan tinggi memicu antrean
Jaecoo J5 EV disebut sebagai salah satu model yang paling banyak diburu di pasar mobil listrik Indonesia. Popularitasnya terlihat dari tingginya volume penjualan yang membuat pasokan tidak selalu langsung tersedia untuk semua pemesan.
Kondisi itu kemudian memunculkan masa tunggu yang dirasakan cukup panjang oleh sebagian calon konsumen. Situasi ini menjadi tantangan bagi Jaecoo karena pasar menuntut kepastian ketersediaan unit yang lebih cepat.
Jaecoo pacu produksi
Untuk menjawab keluhan tersebut, Jaecoo menyampaikan bahwa proses produksi sedang dikebut agar pengiriman bisa dipersingkat. Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, mengatakan konsumen di Indonesia diharapkan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan unit J5 EV.
“Kam i ingin konsumen di Indonesia tidak menunggu lama untuk mendapatkan unit Jaecoo J5 EV, mungkin dalam dua sampai tiga pekan mereka akan bisa mendapatkan mobilnya,” ujar Jim Ma di sela-sela Beijing Autoshow 2026.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pabrikan berupaya menjaga momentum penjualan sambil meredam risiko kekecewaan konsumen. Langkah percepatan produksi juga penting agar permintaan yang besar tidak berubah menjadi hambatan distribusi.
Penjualan ikut dorong perhatian pasar
Daya tarik J5 EV tidak lepas dari catatan penjualannya yang sangat kuat. Pada Maret 2026, model ini tercatat sebagai mobil listrik paling laris di Indonesia lewat penjualan retail sebanyak 2.959 unit.
Capaian itu bahkan melampaui sejumlah model populer lain dari keluarga BYD, termasuk Atto 1, Sealion 7, dan M6. Dengan performa seperti itu, tidak mengherankan jika antrean pembeli menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot.
Bekal teknis dan fitur jadi nilai jual
Selain harga awal yang agresif, J5 EV juga menawarkan spesifikasi yang mendukung reputasinya di pasar. Mobil listrik ini memakai motor 155 kW atau 210 PS serta baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 461 km berdasarkan pengujian NEDC.
Jaecoo juga membekali model ini dengan dukungan pengisian cepat DC 130 kW. Kombinasi tersebut membuat J5 EV relevan untuk konsumen yang mencari SUV listrik dengan kemampuan harian yang praktis.
Dari sisi keamanan, J5 EV memakai struktur baja berkekuatan tinggi, enam airbags, 17 fitur ADAS, dan kamera 540°. Di kabin, tersedia layar 13,2 inci, konektivitas pintar, dan bagasi berkapasitas hingga 1.180 liter untuk menunjang kebutuhan keluarga maupun mobilitas perkotaan.
Target pengiriman jadi penentu berikutnya
Jika percepatan produksi berjalan sesuai rencana, maka waktu tunggu yang kini dikeluhkan konsumen berpeluang menurun signifikan. Bagi pasar, kepastian pengiriman dua sampai tiga pekan akan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan terhadap merek.
Di tengah tingginya minat terhadap mobil listrik, kemampuan pabrikan memenuhi pesanan dengan cepat menjadi sama pentingnya dengan spesifikasi dan harga. Jaecoo kini dituntut menjaga dua hal sekaligus, yakni mempertahankan penjualan J5 EV dan memastikan unit sampai ke tangan konsumen tanpa jeda yang terlalu panjang.
