Motor listrik Selis E-Max semakin menarik perhatian karena menawarkan pilihan baterai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian. Dari empat varian yang tersedia, model Long Range menjadi sorotan karena diklaim mampu menempuh jarak hingga 230 km dalam sekali pengisian penuh.
Di sisi lain, varian paling terjangkau juga tetap relevan bagi pengguna yang ingin masuk ke kendaraan listrik tanpa biaya awal tinggi. Dengan harga Rp 15.500.000 untuk varian SLA, Selis E-Max hadir sebagai opsi motor listrik buatan Indonesia yang sudah disiapkan untuk mendukung tren mobilitas ramah lingkungan.
Pilihan baterai jadi pembeda utama
Selis E-Max diproduksi oleh PT Juara Bike dan disebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN tertinggi, yakni 53,69 persen. Angka ini membuatnya masuk dalam radar kendaraan yang berpeluang besar di program subsidi motor listrik pemerintah.
Daya tarik utama model ini bukan hanya pada harga, tetapi juga fleksibilitas baterai. Konsumen bisa memilih varian SLA, Lithium Single Battery, Lithium Dual Battery, atau Long Range sesuai kebutuhan perjalanan dan kemampuan anggaran.
Varian SLA menjadi pintu masuk paling ekonomis. Motor ini memakai baterai 60V 20Ah jenis Sealed Lead Acid dan mampu berjalan sekitar 40 km sekali isi penuh.
Pengisian dayanya berada di kisaran 4 sampai 6 jam. Model ini cocok untuk mobilitas pendek, seperti ke sekolah, pasar, atau kantor yang masih berada di sekitar area tempat tinggal.
Jarak tempuh meningkat tajam di varian lithium
Bagi pengguna yang membutuhkan jarak lebih panjang, varian Lithium Single Battery menawarkan peningkatan yang cukup terasa. Varian ini memakai baterai LiFePO4 60V 25Ah dengan jarak tempuh sekitar 60 km dan waktu isi sekitar 5 jam.
Harga varian ini berada di level Rp 22.000.000. Biaya isi dayanya juga disebut hanya sekitar Rp 2.625 per pengisian, sehingga motor ini tetap masuk kategori hemat untuk penggunaan rutin harian.
Di atasnya, ada Lithium Dual Battery yang memakai dua pack baterai LiFePO4 60V 25Ah. Konfigurasi ini membuat jarak tempuh naik menjadi 120 km sekali pengisian penuh.
Varian tersebut ditujukan untuk pengguna yang lebih sering berkendara lintas area atau punya rute harian yang lebih panjang. Harga yang dipasang berada di Rp 28.000.000, dengan waktu pengisian sekitar 5 jam per baterai.
Varian Long Range paling jauh, tapi perlu waktu isi lebih lama
Varian paling premium adalah Long Range atau LR. Model ini pertama kali diperkenalkan di Jakarta Fair Kemayoran 2023 dan memakai baterai LiFePO4 60,8V 70Ah dengan bobot 26 kg.
Jarak tempuhnya menjadi yang paling jauh di jajaran Selis E-Max, yakni 230 km dalam sekali pengisian penuh. Namun, baterai ini bersifat non-removable, sehingga pengisian harus dilakukan langsung di tempat.
Waktu pengisian penuh juga lebih lama, sekitar 12 jam. Dengan karakter tersebut, varian LR lebih cocok untuk pengguna yang memprioritaskan jangkauan dibanding kepraktisan bongkar-pasang baterai.
Spesifikasi umum yang mendukung penggunaan harian
Selis E-Max dibekali Brushless DC Motor 60V 1.500 Watt dengan sistem direct hub. Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 50–55 km/jam, cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Motor ini juga memiliki daya angkut 225 kg, dimensi 184,5 x 68 x 113 cm, dan tinggi duduk 83 cm. Bobotnya berada di rentang 79–91 kg tergantung varian baterai, sehingga masih tergolong ringan untuk motor listrik kelasnya.
Fitur yang disematkan mencakup LED speedometer, 3 speed shifter, rem cakram hidraulis, dan keyless. Ban tubeless 10 inci juga mendukung kenyamanan berkendara di jalan harian.
Menyesuaikan varian dengan kebutuhan
Pemilihan varian Selis E-Max pada dasarnya bergantung pada jarak tempuh harian. Untuk perjalanan sangat dekat, varian SLA sudah memadai dengan harga paling rendah di Rp 15.500.000.
Untuk penggunaan kota yang lebih aktif, Lithium Single dinilai lebih seimbang karena menawarkan bobot lebih ringan dan jarak tempuh lebih jauh. Sementara itu, pengguna yang sering menempuh rute panjang bisa mempertimbangkan Lithium Dual atau Long Range agar tidak terlalu sering mengisi daya.
Soal subsidi, pemerintah disebut memastikan bantuan motor listrik akan kembali di tahun 2026 dengan estimasi Rp 5 juta per unit, meski kebijakan itu masih menunggu penerbitan PMK hingga akhir April 2026. Jika skema tersebut berjalan, posisi Selis E-Max berpotensi makin kompetitif di pasar motor listrik nasional.
