PT Astra Daihatsu Motor (ADM) resmi meluncurkan Kelas Industri DOJO di SMK Islam 1 Blitar, Jawa Timur. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari program Pintar Bersama Daihatsu 2026 yang menargetkan penguatan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia.
Peresmian tersebut juga menandai upaya Daihatsu membawa suasana belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri otomotif. Melalui fasilitas ini, siswa diarahkan untuk berlatih langsung dengan standar kerja yang berlaku di pabrik otomotif.
Belajar seperti di lingkungan kerja
Kelas Industri DOJO dirancang agar lingkungan belajar di sekolah selaras dengan ekosistem kerja industri. Dengan model ini, siswa SMK diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan pola kerja yang diterapkan di dunia otomotif profesional.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk membuat lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja. Selain keterampilan teknis, sekolah juga diperkuat dengan pembiasaan budaya kerja sejak dini.
Di fasilitas ini, siswa diajarkan kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu dipandang penting karena kebutuhan industri otomotif global saat ini menuntut tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga konsisten dalam etos kerja.
Kolaborasi dengan ratusan SMK
Hingga saat ini, program Pintar Bersama Daihatsu telah bermitra dengan 445 SMK di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 82 sekolah berada di wilayah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.
General Affair Division Head PT ADM, Ferry Nugroho, menyebut capaian itu mencerminkan semangat kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa pada periode 2026–2027, fokus program bergeser pada kualitas pembinaan.
Ferry juga menekankan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk sekolah, tetapi juga guru dan siswa. Ia menyebut pembinaan harus memberi dampak nyata sekaligus mendukung kebutuhan industri otomotif.
Sinkronisasi kurikulum dan dukungan fasilitas
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Daihatsu juga melakukan penandatanganan sinkronisasi kurikulum dengan SMK binaan di Jawa Timur, NTB, dan Bali. Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan materi ajar dengan perkembangan teknologi terbaru.
Selain itu, Daihatsu memberikan sertifikat akreditasi dan donasi mesin kepada sekolah-sekolah yang prestasinya meningkat. Bantuan itu ditujukan bagi SMK yang berhasil menaikkan level akreditasi pada periode 2025–2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik kerja sama antara industri dan lembaga pendidikan. Menurutnya, peran dunia usaha sangat penting dalam memastikan lulusan SMK tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Aries menilai kontribusi Daihatsu bukan hanya memperkuat fasilitas, tetapi juga membantu pembaruan kurikulum dan budaya industri di sekolah. Ia menyebut kemitraan seperti ini sebagai bagian penting dalam mencetak tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Dampak langsung bagi siswa
Kepala SMK Islam 1 Blitar, Gigih Widiyanto, menyampaikan bahwa fasilitas DOJO memberi dampak langsung bagi murid. Ia menilai pengalaman belajar dengan standar industri di dalam sekolah dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Menurut Gigih, fasilitas tersebut menjadi sarana penting agar siswa belajar sesuai standar industri. Dengan begitu, kompetensi dan kesiapan kerja lulusan diharapkan ikut meningkat saat mereka memasuki dunia profesional.







