Yadea Tembus 150 Kilometer Sekali Cas, Osta Dan Velax Uji Tahan Di Rute Bandung-Bogor

Yadea Indonesia menonjolkan daya jelajah motor listriknya lewat uji performa yang menempuh rute Bandung ke Bogor tanpa pengisian ulang di tengah jalan. Dalam ajang 150+KM Challenge pada Selasa, 28 April 2026, dua model yang diuji, Osta dan Velax, sama-sama memulai perjalanan hanya dengan satu kali pengisian daya penuh.

Uji ini dirancang untuk melihat ketahanan baterai dalam kondisi perjalanan antarkota yang tidak sederhana. Sepanjang lintasan, motor harus melewati area perkotaan, jalur pendakian yang ekstrem, dan cuaca hujan lebat saat mendekati Bogor.

Hasil pengujian di lapangan

Audit independen mencatat Osta menempuh 153 kilometer dengan sisa baterai 13 persen. Velax mencatat hasil sedikit lebih jauh, yakni 156 kilometer, dan masih menyisakan baterai 23 persen saat finis.

Rute pengujian dimulai dari Bandung lalu melewati Kota Baru Parahyangan, Cianjur, Sasak Rajamandala, jalur Puncak, dan Tugu Kujang. Perjalanan berakhir di dealer Yadea Astara 047 Bogor, dengan lokasi tujuan akhir di Warung Jambu Dua.

Pengujian tersebut tidak hanya melibatkan tim internal produsen. Komunitas pengguna motor listrik, jurnalis, dan reviewer industri otomotif ikut memantau odometer kendaraan selama perjalanan berlangsung.

Tekanan pada baterai dan performa

Kombinasi jalur menanjak, lintasan antarkota, dan cuaca buruk membuat pengujian ini menjadi pembacaan penting terhadap daya tahan motor listrik. Dalam kondisi seperti itu, jarak tempuh di atas 150 kilometer menjadi tolok ukur yang ingin ditegaskan Yadea lewat dua model tersebut.

VP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo, menyebut uji lapangan itu sudah diverifikasi oleh media, profesional, dan pengguna. Ia menegaskan Yadea menjadi satu-satunya merek dengan jangkauan teruji lebih dari 150 kilometer di Indonesia.

Pernyataan itu menggarisbawahi ambisi Yadea di segmen kendaraan listrik jarak jauh. Bagi calon pengguna, hasil ini memberi gambaran bahwa motor listrik juga bisa dipakai untuk kebutuhan perjalanan antarkota tanpa harus bergantung pada pengisian daya di tengah rute.

Dua model, dua capaian

Osta dan Velax sama-sama menunjukkan hasil yang kuat dalam pengujian ini. Meski angka akhirnya berbeda, keduanya tetap melampaui target 150 kilometer yang menjadi sorotan utama ajang tersebut.

Perbedaan sisa baterai di garis finis juga memberi sinyal bahwa efisiensi masing-masing model bisa berbeda dalam menghadapi jalur yang sama. Namun, keduanya tetap berhasil menyelesaikan tantangan yang melibatkan berbagai kondisi jalan dan cuaca secara penuh.

Terkait