Insiden ban bocor yang menimpa enam kendaraan di ruas Tol Jagorawi pada Kamis (30/4/2026) sore langsung memicu respons dari Jasa Marga. Peristiwa itu terjadi dalam waktu berdekatan dan hanya terpantau di jalur arah Bogor, sementara arah sebaliknya disebut aman tanpa anomali.
PT Jasamarga Metropolitan Tollroad menyatakan laporan awal dari pengguna jalan masuk sekitar pukul 17.40 WIB. Setelah laporan diterima, petugas segera bergerak untuk memeriksa kondisi lapangan dan mencari penyebab pecahnya beberapa ban kendaraan.
Pemeriksaan langsung di lokasi
Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Metropolitan Tollroad, mengatakan tim dari Representative Office 1 bersama Jasamarga Tollroad Operator dan Jasamarga Tollroad Maintenance langsung turun ke lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi sumber gangguan yang membuat beberapa kendaraan mengalami ban bocor.
Menurut Alvin, langkah awal yang diambil adalah penambalan sementara pada titik-titik perkerasan yang mengalami kerusakan. Petugas juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk membersihkan area jalan tol di sekitar lokasi kejadian.
Antisipasi benda tajam di jalan
Pembersihan itu dilakukan sebagai langkah pencegahan agar paku atau benda tajam lain yang diduga jatuh dari kendaraan pengguna jalan tidak kembali merusak ban. Jasa Marga menilai upaya ini penting untuk menjaga kondisi permukaan jalan tetap aman dilintasi pengguna tol.
Di saat yang sama, petugas Mobile Customer Service dan derek JMTO juga terus menyusuri ruas Tol Jagorawi. Mereka disiagakan untuk memberi bantuan derek dan penggantian ban kepada pengguna jalan yang mengalami pecah ban.
Fokus pada keamanan pengguna jalan
Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama melintas di jaringan Jalan Tol Jasa Marga. Perusahaan juga menyampaikan terima kasih atas masukan, saran, dan laporan yang datang dari pengguna jalan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa gangguan kecil di permukaan jalan tol bisa berdampak langsung pada kendaraan yang melintas. Karena itu, penanganan cepat di lokasi dan pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah utama untuk mencegah kejadian serupa meluas.
Source: otomotif.kompas.com