International Female Ride Day tahun ini menampilkan pesan yang sederhana, tetapi efeknya terasa besar: semakin banyak perempuan menemukan jalan masuk ke dunia riding. Di Temecula, California, semangat itu terlihat dari deretan tiga roda Can-Am Canyon yang dipakai bersama oleh para rider dari berbagai latar belakang dan tingkat pengalaman.
Kegiatan ini berlangsung di Ponte Winery dan memulai hari dengan suasana antusias sekaligus penasaran. Banyak peserta baru pertama kali mencoba kendaraan tiga roda, sehingga momen ini bukan hanya soal touring, tetapi juga soal akses dan kepercayaan diri.
Di pusat perayaan itu hadir Vicki Gray, pendiri International Female Ride Day. Ia membangun IFRD dengan pesan “Just Ride”, ajakan agar perempuan di seluruh dunia naik motor dan tampil terlihat di jalan.
Kehadiran Vicki Gray memberi bobot tersendiri pada acara ini. Ia ikut riding bersama rombongan, sehingga pertemuan itu terasa seperti sambungan langsung ke gerakan yang selama ini mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke komunitas roda dua dan roda tiga.
Rute dimulai dari area kebun anggur Temecula, lalu bergerak ke arah timur menuju gurun. Para rider lebih dulu berkumpul, memeriksa perlengkapan, berbagi cerita, dan mengenal mesin sebelum berangkat.
Perjalanan kemudian mengarah ke Aguanga dan berlanjut ke Ricardo Breceda’s Art Gallery. Di lokasi itu, deretan patung logam besar berupa satwa, makhluk prasejarah, dan bentuk abstrak memberi latar yang berbeda dari jalur biasa.
Para rider tidak sekadar berhenti sebentar. Mereka berjalan di area galeri, berfoto, dan menghabiskan waktu di luar kendaraan sebelum kembali melaju.
Can-Am juga memberi sentuhan personal kepada setiap peserta. Masing-masing rider menerima karya seni logam dari galeri, dengan pilihan bentuk yang beragam, mulai dari hewan hingga simbol.
Lebih dari sekadar pengalaman riding
Bagi banyak peserta, daya tarik utama justru ada pada rasa mudah diakses. Can-Am Canyon mengurangi hambatan yang sering muncul saat seseorang ingin mulai berkendara, terutama soal keseimbangan dan penggunaan kopling.
Seorang rider yang semula belum pernah berkendara bahkan mengaku awalnya ragu dengan tinggi jok dan kopling. Setelah beralih ke platform Can-Am, ia kini rutin riding, mengajar lewat kanal YouTube, dan menjadi duta merek.
Model Canyon sendiri membawa karakter yang berbeda dari motor dua roda. Kemudi terasa lebih dekat ke quad daripada motor konvensional, dan butuh waktu untuk beradaptasi.
Saat masuk ke tikungan sempit, tinggi bodi dan pusat gravitasi yang lebih tinggi membuat bagian depan terasa sedikit mendorong keluar. Lebar roda depan juga bisa mengecoh pada awalnya, terutama bagi pengendara yang datang dari motor dua roda.
Sistem pengereman dikendalikan lewat kaki kanan dan mengaktifkan tiga rem sekaligus. Responsnya kuat, sementara transmisi otomatis tanpa kopling tetap menyediakan paddle shifter bagi yang ingin kontrol lebih aktif.
Fitur lain yang menonjol adalah cruise control yang bekerja mulus saat aktif. Namun, saat dimatikan lewat tombol atau saat rem ditekan, efek engine braking terasa kuat meski throttle masih dibuka.
Di California, kendaraan tiga roda atau kurang secara teknis diklasifikasikan sebagai sepeda motor. Meski begitu, pengendara tidak memerlukan motorcycle endorsement untuk mengendarainya.
Secara hukum, kendaraan ini juga bisa lane split di California. Namun, lebar bagian depannya membuat praktik itu tidak ideal untuk digunakan di jalan nyata.
Visibilitas perempuan di jalan raya
International Female Ride Day memang tidak dibangun untuk satu tipe motor atau satu tingkat pengalaman. Fokusnya ada pada visibilitas, inklusi, dan pertumbuhan komunitas yang terus bergerak ke banyak arah.
Acara seperti ini memperlihatkan bagaimana perempuan dari latar belakang berbeda bisa berbagi ruang yang sama di jalan. Di tengah perjalanan, percakapan baru, pengalaman baru, dan rasa percaya diri baru ikut tumbuh.
Bagi sebagian peserta, hari itu juga mengubah pandangan terhadap kendaraan tiga roda. Setelah menempuh rute, melintasi jalan scenic, dan mencoba langsung Canyon, yang paling berkesan justru adalah kebersamaan di antara para rider.
Di akhir hari, pesannya tetap jelas: ada lebih dari satu cara untuk berkendara. Dan jumlah perempuan yang memilih untuk naik ke jalan tampak terus bertambah.
