Lonjakan Harga BBM Dorong Penjualan BYD Global Melonjak 71 Persen, Domestik Justru Terseret Turun 16 Persen

Lonjakan harga BBM di pasar internasional ikut mengubah peta permintaan mobil listrik, dan BYD menjadi salah satu pemenang terbesar dari situasi itu. Produsen otomotif asal China tersebut mencatat pertumbuhan ekspor yang sangat kuat, meski penjualan totalnya masih tertekan oleh kondisi pasar domestik.

Berdasarkan data yang diunggah melalui platform Weibo dan dilansir Detik Oto, pengiriman BYD ke pasar global naik 71 persen pada bulan lalu. Dalam periode yang sama, perusahaan mendistribusikan 134.542 unit kendaraan ke pasar luar negeri.

Minat terhadap mobil ramah lingkungan ikut terdorong oleh tingginya harga BBM setelah ketegangan di kawasan Iran. Namun, kenaikan ekspor itu belum cukup menahan pelemahan di seluruh bisnis BYD karena total penjualan perusahaan justru terkoreksi 16 persen menjadi 321.123 unit.

Pasar luar negeri jadi penopang

Pasar global kini menjadi tumpuan utama BYD untuk menjaga stabilitas bisnis. Langkah ini diambil untuk menutup penurunan performa di pasar domestik China yang sedang menghadapi tekanan berat.

Di dalam negeri, penghapusan subsidi dari pemerintah setempat menambah beban industri. Persaingan juga semakin ketat, termasuk dari Geely dan pemain baru kendaraan listrik seperti Xiaomi.

Kondisi tersebut membuat BYD harus mencari ruang pertumbuhan di luar China. Perusahaan menargetkan pengiriman 1,3 juta unit kendaraan ke luar negeri sepanjang tahun ini.

Perang harga tekan keuntungan

Lesunya pasar otomotif di China memicu perang harga agresif antarprodusen. Situasi ini ikut menggerus margin keuntungan BYD dan mendorong lonjakan utang jangka pendek perusahaan.

Meski begitu, BYD tetap mengandalkan strategi produk untuk menarik pembeli. Perusahaan mempercepat peluncuran model baru dan teknologi pengisian daya baterai yang lebih cepat.

Pada pameran otomotif di Beijing, BYD juga memperkenalkan strategi multibrand serta baterai blade generasi terbaru. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin ketat.

Salah satu model yang menyedot perhatian adalah SUV Great Tang yang baru diluncurkan. Mobil berkapasitas tujuh penumpang itu diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 km dalam satu kali pengisian daya penuh.

Respons pasar terhadap model tersebut sangat positif. Pemesanan dilaporkan menembus lebih dari 30.000 unit hanya dalam 24 jam pertama.

Di China, SUV itu dipasarkan dengan harga mulai dari 250 ribu yuan atau sekitar Rp 637 jutaan. Di saat yang sama, diskon besar masih menjadi senjata utama produsen China untuk menjaga minat pembeli.

BYD sendiri masih memangkas harga jual produknya rata-rata 10 persen. Penurunan itu disebut sebagai yang terdalam dalam dua tahun terakhir, meski pemerintah telah mengimbau produsen untuk menghentikan perang harga.

Terkait