Jaecoo J5 EV Lebih Murah, Tapi Wuling Eksion EV Masih Unggul Di Jarak Tempuh

Kehadiran Wuling Eksion EV langsung mengubah peta persaingan SUV listrik di Indonesia. Di saat yang sama, Jaecoo J5 EV harus membuktikan bahwa posisinya sebagai salah satu BEV paling diminati belum mudah digeser.

Jaecoo J5 EV memang masih tergolong baru di pasar Tanah Air, tetapi model ini cepat mencuri perhatian karena tampil sebagai SUV berukuran cukup bongsor dengan harga yang terjangkau. Perpaduan itu membuatnya menjadi salah satu BEV paling diincar konsumen, bahkan sempat menjadi mobil BEV terlaris sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Pertarungan dua SUV listrik

Ancaman terbesar datang dari Wuling Eksion EV, yang baru memulai penjualan sejak akhir April dan langsung mendapat sambutan baik. Karena sama-sama bermain di segmen SUV listrik, keduanya kini masuk ke arena yang sama dengan karakter yang berbeda.

Jaecoo J5 EV hadir sebagai SUV yang lebih kompak daripada Eksion EV. Ukuran yang lebih kecil ini membuat J5 EV lebih praktis dipakai di jalan perkotaan yang padat dan lebih mudah saat mencari ruang parkir yang sempit.

Namun, ukuran yang lebih ringkas juga punya konsekuensi. Kabinnya hanya menampung lima penumpang, sedangkan Eksion EV bisa membawa sampai tujuh penumpang, sehingga model Wuling lebih unggul untuk kebutuhan keluarga yang membutuhkan ruang lebih besar.

Fitur kenyamanan dan kepraktisan

Dari sisi bekal fitur, Jaecoo J5 EV membawa panoramic sunroof, power tailgate, sensor parkir depan-belakang, wireless charging, jok depan berventilasi dengan pengaturan elektrik, serta AC dual zone. Kombinasi ini membuat J5 EV tetap terlihat menarik sebagai SUV modern di kelasnya.

Eksion EV juga menawarkan jok berventilasi dengan pengaturan elektrik. Model ini menambah voice command dan kisi AC untuk tiap baris jok, yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat berkendara dalam cuaca panas.

Baterai dan jarak tempuh

Pada bagian baterai, J5 EV menggunakan kapasitas 60,9 kWh dengan jarak tempuh 400 km sampai 470 km. Angka ini masih di bawah Eksion EV yang memakai baterai 69,2 kWh dan mampu menempuh jarak maksimal 530 km.

Selisih itu memberi keuntungan bagi Eksion EV untuk perjalanan jauh. Dengan daya jelajah yang lebih panjang dan kapasitas angkut lebih besar, model Wuling terlihat lebih lengkap di atas kertas untuk kebutuhan tertentu.

Performa dan fitur keselamatan

Meski begitu, Jaecoo J5 EV masih unggul di sisi performa. Mobil ini menghasilkan tenaga 155 kW dan torsi 288 Nm, sedangkan Eksion EV mencatat 150 kW dan torsi 250 Nm.

J5 EV juga sudah dibekali ADAS level 2 dengan fitur seperti adaptive cruise control, blind spot detection, dan auto emergency braking. Di sisi lain, Eksion EV hanya mengandalkan electronic brake force distribution dan hill hold control yang dinilai masih cukup standar untuk sebuah SUV.

Selisih harga jadi faktor penentu

Perbedaan paling tajam justru terlihat pada harga. Jaecoo J5 EV dibanderol Rp 309,9 juta, sedangkan Eksion EV dipasarkan Rp 389 juta.

Selisih sekitar Rp 80,9 juta ini bisa menjadi faktor penting bagi konsumen yang membandingkan nilai beli. Dalam situasi itu, J5 EV punya modal kuat karena hadir lebih murah, punya performa lebih besar, dan sudah mencatat penjualan yang cukup memuaskan dalam beberapa bulan terakhir.

Meski Eksion EV datang dengan baterai lebih besar, jarak tempuh lebih jauh, dan kapasitas penumpang lebih banyak, posisi Jaecoo J5 EV tidak terlihat mudah digoyang. Persaingan keduanya justru menunjukkan bahwa pasar SUV listrik di Indonesia makin ketat, terutama ketika merek baru mulai saling berhadapan dengan strategi harga, fitur, dan efisiensi yang berbeda.

Source: ridertua.com
Exit mobile version