Dari Kebun ke Pabrik, Cara Hankook Menjaga Mutu Karet agar Kualitas Ban Tak Turun

Kualitas ban ternyata tidak hanya ditentukan di lini produksi, tetapi sudah dibentuk sejak bahan bakunya diproses di tingkat petani. Karena itu, PT Hankook Tire Indonesia memilih memperkuat rantai pasok karet dari hulu melalui program keberlanjutan di Sumatera Selatan.

Langkah ini menjadi penting karena mutu produk akhir sangat bergantung pada kualitas lateks yang diolah sejak awal. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan proses penggumpalan karet berlangsung lebih terstandarisasi, efisien, dan aman bagi petani maupun lingkungan.

Melalui program “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”, Hankook menyalurkan bantuan untuk mendukung pengolahan bahan baku karet. Bantuan itu mencakup 2,5 ton asam format sebagai bahan penggumpal, satu ton pupuk NPK untuk nutrisi tanaman, dan 200 pisau sadap untuk menunjang aktivitas panen.

Bagi produsen ban, intervensi di sektor hulu seperti ini bukan sekadar kegiatan sosial. Upaya tersebut juga berkaitan langsung dengan konsistensi kualitas bahan baku yang nantinya masuk ke rantai produksi ban.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menyatakan kualitas produk akhir sangat bergantung pada proses koagulasi atau pengentalan lateks yang tepat. Menurut dia, penggunaan asam format dipilih karena lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan petani dibandingkan bahan kimia lain.

Jung Jinkyun mengatakan perusahaan ingin memastikan proses pengolahan berjalan lebih terstandarisasi dan efisien. Dengan cara itu, kualitas bahan baku diharapkan dapat lebih terjamin sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Fokus pada proses koagulasi

Dalam industri karet, tahap koagulasi menjadi salah satu titik penting yang menentukan mutu bahan baku. Jika proses ini tidak ditangani dengan benar, kualitas lateks dapat menurun dan berdampak pada hasil akhir produk.

Karena itu, pemilihan bahan penggumpal tidak bisa dilepaskan dari target kualitas dan aspek keberlanjutan. Hankook menempatkan asam format sebagai solusi yang dinilai lebih sesuai untuk menjaga standar pengolahan sekaligus menekan dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas tidak berhenti pada inspeksi di pabrik. Standar mutu justru mulai dibangun sejak proses awal di kebun dan titik pengolahan bahan mentah.

Tidak hanya memberi bantuan barang

Program ini tidak berhenti pada distribusi bahan dan peralatan. Sebanyak 200 petani karet di Desa Marga Mulia juga mendapat pelatihan teknis terkait penggunaan asam format yang aman dan sesuai takaran.

Edukasi itu dinilai penting karena penggunaan bahan penggumpal yang tidak tepat dapat memicu pencemaran lingkungan. Di sisi lain, penerapan takaran yang benar juga membantu petani menekan biaya produksi di tingkat lapangan.

Dengan begitu, manfaat program tidak hanya menyasar peningkatan kualitas karet. Ada juga dorongan untuk membangun praktik budidaya dan pengolahan yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Pelatihan teknis bagi petani juga memperlihatkan bahwa standardisasi hulu membutuhkan perubahan kebiasaan kerja, bukan hanya pasokan alat. Saat petani memahami cara penggunaan bahan yang benar, peluang menjaga mutu bahan baku menjadi lebih besar.

Hubungan industri dan petani

Langkah Hankook mendapat apresiasi dari mitra strategisnya, PT Sri Trang Lingga Indonesia. Perusahaan tersebut menilai program ini dapat memperkuat hubungan antara petani lokal dengan pelaku industri.

Penguatan hubungan itu penting karena industri ban membutuhkan pasokan bahan baku yang terjaga mutunya secara konsisten. Di sisi lain, petani memerlukan dukungan teknis dan sarana agar bisa memenuhi standar pengolahan yang dibutuhkan industri.

Model kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa rantai pasok karet tidak bisa dibangun secara terpisah antara industri dan petani. Keduanya perlu terhubung melalui program yang menjawab kebutuhan kualitas sekaligus keberlanjutan.

Program tersebut juga bukan inisiatif yang baru pertama dijalankan. Hankook menyebut kegiatan ini telah berjalan sejak 2022 di Kalimantan dan kini dijadikan agenda tahunan.

Keputusan menjadikannya agenda tahunan memberi sinyal bahwa pembenahan kualitas bahan baku dipandang sebagai kebutuhan jangka panjang. Bagi industri otomotif, langkah semacam ini juga mendukung pembangunan ekosistem yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.

Di tengah tuntutan kualitas produk yang semakin tinggi, penguatan sektor hulu menjadi strategi yang semakin relevan. Saat bahan baku karet dijaga sejak tahap koagulasi, produsen ban memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjaga mutu produk akhirnya.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button