Mobil Listrik Melesat, Penjualan Mobil Bensin Mulai Terdesak di Pasar Indonesia

Author: Qoo Media

Tren mobil listrik mulai mengubah peta pasar otomotif nasional. Di saat total pasar mobil hanya tumbuh tipis, kontribusi kendaraan listrik justru melonjak dan mulai menggerus penjualan mobil bermesin pembakaran internal atau ICE.

Perubahan ini menjadi penting karena selama ini mobil ICE menjadi tulang punggung industri otomotif Indonesia. Kini, sinyal pergeseran preferensi konsumen terlihat makin jelas dari data penjualan kuartal pertama dan pernyataan pelaku industri.

Menurut Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw, tren kendaraan listrik di pasar nasional terus naik dari waktu ke waktu. Ia menyebut kontribusi EV terhadap total pasar pada kuartal I tahun lalu masih 8 persen, sedangkan pada kuartal I tahun ini sudah hampir 15 persen.

Tan menegaskan kenaikan pangsa EV itu berlangsung seiring penurunan mobil ICE. Dalam pandangannya, lawan utama kendaraan listrik di pasar saat ini memang mobil bermesin konvensional yang kontribusinya terus menurun.

Pergeseran di Tengah Pasar yang Tumbuh Tipis

Berdasarkan catatan Gaikindo, total penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I 2026 mencapai 209.021 unit. Angka itu tumbuh 1,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, retail sales pada periode yang sama tercatat sebanyak 211.905 unit. Pertumbuhan pasar secara keseluruhan masih relatif moderat, tetapi komposisi penjualannya menunjukkan perubahan yang lebih tajam.

Mobil listrik mencatat lonjakan hingga 95 persen pada kuartal pertama 2026. Kenaikan itu menjadi salah satu indikator paling kuat bahwa arah permintaan mulai bergeser, meski pasar total belum mengalami lompatan besar.

Dengan kata lain, pertumbuhan EV tidak hanya mengikuti pertumbuhan pasar umum. Kendaraan listrik justru mengambil porsi yang lebih besar di tengah pasar yang hanya bergerak terbatas.

Tekanan Baru bagi Mobil Konvensional

Kondisi ini memberi tekanan baru bagi segmen ICE yang selama puluhan tahun mendominasi penjualan mobil nasional. Saat porsi EV naik cepat, ruang pertumbuhan mobil konvensional otomatis menyempit.

Tan menyebut tren EV di pasar nasional terus meningkat. Pernyataan itu sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa perubahan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah tercermin dalam angka penjualan.

Dampaknya mulai terasa pada struktur persaingan antar teknologi kendaraan. Jika sebelumnya pertumbuhan pasar lebih banyak dibaca dari total unit terjual, kini perhatian juga bergeser pada jenis kendaraan yang paling cepat mengambil pangsa.

Meski begitu, dominasi merek besar di pasar keseluruhan masih bertahan. Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors tetap menjadi pemain utama dalam penjualan otomotif nasional secara umum.

Namun, kuatnya posisi merek besar tidak meniadakan tekanan dari kendaraan listrik. Justru, laju adopsi EV menandakan bahwa persaingan ke depan tidak hanya ditentukan oleh merek, tetapi juga oleh kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

Apa yang Mendorong Lonjakan EV

Kenaikan penjualan mobil listrik tidak disebut semata-mata dipicu perkembangan teknologi. Ada faktor lain yang ikut mempercepat adopsi, yakni meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi.

Dorongan kebijakan pemerintah juga disebut menjadi salah satu pendorong penting. Kombinasi antara faktor pasar, efisiensi, dan kebijakan membuat posisi EV semakin kuat dalam keputusan pembelian konsumen.

Perubahan ini juga menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi melihat mobil listrik sebagai produk pinggiran. Pangsa yang mendekati 15 persen pada kuartal pertama menandakan EV sudah masuk ke arus utama pasar secara lebih nyata.

Di sisi lain, mobil ICE mulai menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya. Ketika kendaraan listrik tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pasar total, tekanan terhadap model konvensional hampir pasti akan terus berlanjut.

Arah Persaingan Selanjutnya

Untuk saat ini, pasar otomotif Indonesia masih belum sepenuhnya didominasi kendaraan listrik. Namun, dengan pertumbuhan EV yang jauh lebih tinggi dan pangsa yang meningkat tajam hanya dalam satu tahun, perubahan arah industri semakin terlihat.

Jika tren tersebut berlanjut, peta dominasi pasar otomotif nasional bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan. Kendaraan listrik berpotensi menjadi pemain utama, sementara mobil ICE perlahan kehilangan peran dominannya di pasar yang selama ini mereka kuasai.

Bagi industri, perubahan ini bukan hanya soal jenis mesin yang digunakan. Pergeseran tersebut juga menyangkut strategi produk, arah investasi, dan cara produsen membaca kebutuhan konsumen yang kini bergerak ke efisiensi energi dan kendaraan yang lebih sesuai dengan kebijakan baru pasar.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru