Mobil listrik masih menunjukkan daya tarik yang kuat di pasar roda empat, meski mobil bensin tetap punya banyak pencari. Di tengah terbatasnya bahan bakar yang dijual, jenis kendaraan listrik justru kian diminati dan memberi keuntungan besar bagi sejumlah produsen.
Salah satu yang paling merasakan dampaknya adalah BYD. Penjualannya naik 71 persen menjadi 134.542 unit, sebuah hasil yang disebut cukup bagus di tengah persaingan yang makin ketat.
Namun, capaian itu juga menyimpan sisi lain. Angka tersebut turun 16 persen dari hasil gemilang sebelumnya yang mencapai 321.123 unit terjual.
Fokus ke pasar global
BYD terlihat sangat bergantung pada pasar BEV global. Kondisi di China ikut menekan ruang geraknya setelah insentif mobil listrik tidak lagi berlaku sejak awal tahun.
Situasi itu membuat konsumen lokal harus berpikir dua kali sebelum membeli. Pada saat yang sama, BYD juga menghadapi tekanan dari kompetitor senegaranya seperti Geely dan Xiaomi yang mulai melawan dominasinya.
Karena itu, langkah ekspansi ke luar negeri menjadi pilihan yang lebih aman. Salah satu pasar yang ikut disasar adalah Indonesia, meski rencana produksi di dalam negeri masih belum juga dimulai.
Mobil listrik dan PHEV tetap diburu
Kenaikan minat terhadap mobil ramah lingkungan tidak lepas dari harga bahan bakar yang naik drastis. Konsumen kini mencari mobil yang lebih hemat bensin atau bahkan tidak memakai bensin sama sekali.
Selain BEV, PHEV juga ikut banyak dicari. Mobil jenis ini masih bisa memakai tenaga listrik, meski umumnya punya jarak tempuh lebih pendek ketimbang mesin bensin.
Kondisi ini menunjukkan bahwa efisiensi menjadi faktor utama bagi pembeli. Di tengah krisis energi yang terjadi, penghematan bahan bakar menjadi alasan yang sangat kuat untuk beralih ke mobil listrik atau teknologi elektrifikasi lain.
Langkah BYD di Indonesia
Di Indonesia, BYD sempat merilis varian baru untuk Atto 3. Setelah itu, merek asal China tersebut belum merilis model lainnya.
Nama-nama seperti BYD Seal, BYD Atto 3, BYD M6, dan BYD Dolphin kini ikut memperlihatkan bagaimana lini mobil listrik BYD menarik perhatian pasar. Meski begitu, langkah lanjutan di Indonesia masih dinanti karena produksi lokal belum juga berjalan.
Source: ridertua.com






