GAC Group menarik perhatian di Beijing Auto Show 2026 lewat GAC Yue 7, sebuah SUV konsep off-road berteknologi plug-in hybrid yang tampil dengan desain boxy klasik. Model di bawah merek Trumpchi ini langsung memancing perbandingan dengan mobil ekspedisi legendaris seperti Camel Trophy dan SUV ikonik seperti Land Rover Defender.
Sorotan itu muncul bukan hanya karena tampilannya yang ekstrem, tetapi juga karena arah pengembangannya sejalan dengan tren SUV boxy elektrifikasi yang makin ramai. Di tengah pasar global yang mulai menyukai kendaraan berkarakter maskulin namun tetap efisien, GAC Yue 7 hadir sebagai penegasan bahwa segmen off-road juga sedang bergerak ke era hybrid dan listrik.
Desain klasik dengan aura petualang
GAC Yue 7 membawa bodi kotak tegas yang memberi kesan kuat dan siap menjelajah medan berat. Warna kuning mustard membuat mobil ini semakin mencolok, sementara gril depan hitam besar, fender flare lebar, dan roof rack multifungsi mempertegas karakter petualangnya.
Ciri lain yang ikut menguatkan tampilannya adalah ban all-terrain berukuran besar, enam lampu tembak LED di atap, dan ground clearance tinggi. Secara visual, SUV ini terlihat seperti perpaduan kendaraan ekspedisi klasik dan SUV masa depan.
Banyak pengamat juga menilai desainnya punya nuansa yang mengingatkan pada Mercedes-Benz G-Class, meski GAC tetap membangun identitasnya sendiri. Dari sisi tampilan, Yue 7 memang disiapkan untuk menarik perhatian sejak pandangan pertama.
Mesin hybrid dan penggerak empat roda
Di balik bodi yang sangar, GAC Yue 7 mengandalkan mesin bensin 2.000 cc turbo yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga gabungan 373 hp dan torsi maksimum 630 Nm.
Angka tersebut membuat mobil konsep ini terlihat serius untuk menghadapi medan berat. Sistem penggerak 4WD dan teknologi steer-by-wire juga memperlihatkan bahwa GAC tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga kemampuan berkendara modern.
Torsi besar memberi modal kuat saat mobil melintas di lumpur, pasir, bebatuan, hingga jalur pegunungan ekstrem. Sementara itu, sistem steer-by-wire menjadi salah satu fitur yang menonjol karena dirancang untuk meningkatkan respons kemudi sekaligus efisiensi.
Mode listrik murni hingga 100 kilometer
Salah satu daya tarik utama GAC Yue 7 ada pada baterainya yang berkapasitas 25 kWh. Dengan paket itu, SUV konsep ini diklaim mampu berjalan hingga 100 kilometer dalam mode listrik penuh.
Jarak tersebut cukup relevan untuk penggunaan harian karena pengendara tidak harus selalu bergantung pada mesin bensin. Konsep ini juga membuat Yue 7 terasa cocok bagi konsumen yang menginginkan SUV tangguh, tetapi tetap ingin efisiensi bahan bakar dan karakter yang lebih ramah lingkungan.
Kombinasi off-road dan elektrifikasi seperti ini menjadi poin penting di tengah perubahan selera pasar. Konsumen kini tidak hanya mencari kendaraan berpenampilan kuat, tetapi juga teknologi yang mendukung mobilitas modern.
Pemain baru di segmen SUV boxy elektrifikasi
Kehadiran GAC Yue 7 memperlihatkan bahwa pasar SUV boxy sedang memasuki fase persaingan yang lebih serius. Model ini disebut-sebut berpotensi menantang nama besar seperti Toyota Land Cruiser Prado hingga Land Rover Defender, bahkan masuk dalam percakapan yang sama dengan BYD Yangwang U8 dan Mercedes-Benz G-Class.
Persaingan di segmen tersebut diperkirakan akan makin ketat karena desain maskulin kini semakin sering dipadukan dengan teknologi elektrifikasi. Di titik ini, Yue 7 tampil sebagai salah satu kejutan paling mencolok di ajang Beijing Auto Show 2026.
Namun statusnya masih sebatas mobil konsep. Belum ada informasi resmi soal produksi massal, harga jual, maupun kepastian kehadirannya di Indonesia.
Meski begitu, peluangnya tetap terbuka karena pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang. Minat terhadap SUV berdesain boxy juga mulai terlihat kuat, sehingga model seperti GAC Yue 7 bisa saja menarik perhatian jika benar-benar dibawa ke pasar.
