Bentley tampaknya tidak ingin hanya bergantung pada Bentayga di pasar SUV mewah. Pabrikan asal Inggris itu kini mengarah pada kehadiran model kedua yang diposisikan di bawah Bentayga dan disiapkan sebagai pendamping baru dalam jajaran SUV-nya.
Langkah itu mencuat setelah sebuah prototipe kendaraan utilitas terbaru tertangkap diuji di sirkuit Nurburgring, Jerman. Unit tersebut masih dibalut stiker kamuflase, tetapi siluet dan detail yang terlihat sudah memberi gambaran arah desain model produksinya.
Desain lebih modern, tetap membawa identitas Bentley
Di bagian depan, mobil ini memakai lampu LED terpisah yang mengingatkan pada generasi baru Macan dan Cayenne Electric. Susunan pencahayaan itu menyatu menjadi satu unit, sehingga tampilannya sekilas mendekati Bentley Batur.
Pertanyaan lain muncul pada keberadaan grille depan khas Bentley. Bentuk itu kemungkinan tetap hadir, tetapi fungsinya bisa bergeser dari komponen pendinginan menjadi elemen visual.
Sistem pendinginan justru disebut ditangani saluran masuk udara di bumper depan bawah. Selain membantu menjaga suhu kerja, bagian itu juga memberi kontribusi pada efisiensi aerodinamika.
Arah teknologi mengacu ke keluarga VW Group
Spesifikasi teknis mobil ini belum diumumkan, tetapi arsitektur Premium Platform Electric atau PPE milik Volkswagen Group dinilai menjadi kandidat paling masuk akal. Platform itu juga sudah digunakan sebagai dasar pengembangan model listrik lain di lingkup grup tersebut.
Bentley kabarnya akan memakai baterai 113 kWh yang juga digunakan Porsche Cayenne Electric. Dengan paket itu, mobil ini disebut mampu menempuh jarak hingga 640 km dalam sekali pengisian penuh.
Performa yang disiapkan pun terkesan tidak main-main. Varian awal diperkirakan menawarkan 402 hp, sementara versi tertinggi bisa mencapai 1.156 hp dan berpotensi menjadikannya salah satu Bentley paling bertenaga yang pernah dibuat.
Posisi di bawah Bentayga, dimensi lebih kompak
Model ini akan ditempatkan di bawah Bentayga, sehingga ukurannya dipastikan lebih kompak. Posisi tersebut mengindikasikan Bentley sedang menyiapkan SUV yang lebih kecil, tetapi tetap membawa karakter mewah dan performa tinggi.
Nama “Barnato” juga disebut sebagai kandidat untuk mobil ini. Julukan itu diambil dari Woolf Barnato, salah satu Bentley Boys dan pemenang 24 Hours Le Mans, sehingga tetap terhubung dengan sejarah merek Inggris tersebut.
Kehadiran SUV kedua ini menunjukkan Bentley semakin serius membaca pergeseran permintaan pasar menuju kendaraan utilitas. Dengan desain yang lebih modern, basis listrik, dan tenaga yang besar, calon model baru ini berpeluang menjadi pintu masuk lain ke dunia Bentley di segmen SUV.
Source: www.bincangbincangmobil.com






