BYD M6 PHEV Kian Dekat, Bocoran Pajak Dan Uji Jalan Picu Tanda Tanya Besar

Author: Qoo Media

Sinyal kehadiran BYD M6 PHEV di Indonesia kian kuat dan menarik perhatian karena model ini disebut akan menjadi langkah baru BYD di pasar tanah air. Bukan lagi hanya mengandalkan mobil listrik murni, pabrikan asal Tiongkok itu tampak mulai memperluas strategi lewat teknologi plug-in hybrid atau PHEV.

Isyaratnya muncul dari beberapa arah sekaligus. Dari unggahan di akun Instagram resmi @BYD_indonesia, hingga kemunculan nama BYD M6 berkode MEH dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri no.11 tahun 2026, arah kehadiran model ini terlihat semakin jelas.

Tanda-tanda kehadiran semakin nyata

BYD M6 PHEV disebut akan segera meluncur di pasar Indonesia dalam waktu dekat. Model ini juga menjadi sorotan karena akan membawa sistem DM-i, teknologi hybrid plug-in yang mulai diperkenalkan BYD kepada konsumen Indonesia.

Kemunculannya makin ramai dibicarakan setelah tim Bincang-Bincang Mobil menangkap sebuah unit yang diduga BYD M6 PHEV sedang melintas di kawasan Senayan, Jakarta. Mobil itu tampil dengan kamuflase, sehingga memperkuat dugaan bahwa unit tersebut sedang diuji di jalanan Indonesia.

Delapan varian dan banderol awal

Nama BYD M6 dengan kode MEH yang tercantum di lampiran aturan pajak kendaraan menjadi salah satu petunjuk paling penting. Dari daftar itu, BYD disebut akan menawarkan delapan varian berbeda untuk M6 PHEV.

Perkiraan banderolnya berada di rentang Rp104 juta sampai Rp123 juta. Jika angka ini benar mengacu pada daftar yang beredar, posisi harga tersebut akan membuat M6 PHEV tampil sebagai opsi yang sangat agresif di segmen MPV elektrifikasi.

Spesifikasi awal yang terungkap

Dari sisi teknis, BYD M6 PHEV diperkirakan memakai mesin bensin 1.5L 4-silinder. Mesin itu diklaim menghasilkan tenaga 110 ps dan torsi 135 Nm.

Tenaga mesin tersebut akan dipadukan dengan motor listrik beroutput 197 ps dan torsi 325 Nm. Kombinasi ini menunjukkan karakter MPV yang tidak hanya mengandalkan efisiensi, tetapi juga tenaga yang cukup besar untuk kebutuhan harian.

Baterai dan jarak tempuh

Model ini juga disebut membawa baterai berkapasitas 18,3 kWh. Dalam kondisi listrik murni, MPV ini diklaim mampu menempuh jarak 105 km berdasarkan siklus NEDC.

Saat bensin dan baterai terisi penuh, jarak tempuh totalnya diklaim bisa mencapai 1.000 km. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama PHEV, karena menawarkan fleksibilitas berkendara jarak jauh tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

Posisi BYD di pasar Indonesia

Langkah ini menunjukkan BYD mulai menyiapkan pendekatan yang lebih luas di Indonesia. Setelah brand Denza lebih dulu meluncurkan SUV B5 sebagai mobil PHEV perdananya, BYD kini tampak bersiap memperkenalkan teknologi serupa lewat M6 PHEV.

Jika benar segera masuk pasar, model ini akan menjadi penanda penting bahwa BYD tidak hanya ingin dikenal sebagai pemain mobil listrik, tetapi juga sebagai produsen yang serius mendorong elektrifikasi lewat jalur hybrid plug-in. Kehadiran BYD M6 PHEV pun kini tinggal menunggu pengumuman resmi yang akan mengonfirmasi seluruh detailnya.

Source: www.bincangbincangmobil.com
Terbaru