Denza N9 Flash Charge Edition resmi disiapkan untuk masuk pasar China sebagai SUV hybrid premium yang menonjol lewat kemampuan pengisian super cepat. Model ini sudah memasuki tahap pra-penjualan dan dijadwalkan meluncur pada 18 Mei 2026.
Sorotan utamanya ada pada teknologi flash-charging yang diklaim mampu memberi jarak tempuh 420 km hanya dari pengisian singkat. Denza juga membekali mobil ini dengan paket elektrifikasi dan teknologi kabin yang lebih maju untuk memperkuat posisinya di kelas SUV premium.
Desain besar dengan sentuhan mewah
Secara tampilan, Denza N9 Flash Charge Edition mempertahankan ciri khas lini N9. Mobil ini memakai gril depan tertutup, lampu LED dua lapis dengan DRL, serta pelek forged mirror berdiameter 22 inci.
Dimensinya tergolong bongsor dengan panjang 5.258 mm, lebar 2.030 mm, tinggi 1.830 mm, dan jarak sumbu roda 3.125 mm. Ukuran itu membuat kabinnya berada di kategori Big SUV dengan ruang yang relatif lapang.
Di bagian interior, BYD memberi nuansa lebih premium lewat trim kayu asli, tombol sentuh berbahan logam, dan lapisan atap berbahan suede. Joknya juga mendapat pola jahitan beraksen berlian untuk menambah kesan eksklusif.
Teknologi kabin dan sasis yang ditingkatkan
Denza N9 Flash Charge Edition membawa kokpit pintar berbasis AI yang sudah ditingkatkan. SUV ini juga dibekali sistem penggerak cerdas God’s Eye 5.0, teknologi e3 untuk mendukung manuver dan parkir, serta suspensi DiSus-A.
Kombinasi fitur tersebut menunjukkan fokus Denza pada kenyamanan, kemudahan berkendara, dan efisiensi penggunaan di kendaraan berukuran besar. Pendekatan ini juga mempertegas arah pengembangan SUV elektrifikasi premium dari sub-merek BYD Group tersebut.
Mesin PHEV dengan tiga motor listrik
Pada sektor performa, N9 Flash Charge Edition mengusung sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV. Tenaganya berasal dari mesin 2.000 cc turbo yang dipadukan tiga motor listrik penggerak.
Mesin bensinnya diklaim menghasilkan 152 kW atau sekitar 204 HP. Motor listrik depannya menyumbang 200 kW atau 268 HP, sedangkan dua motor belakang masing-masing menghasilkan 240 kW atau 322 HP.
BYD juga menyematkan baterai Blade generasi kedua berkapasitas 75,264 kWh. Dengan paket ini, jarak tempuh listrik murninya diklaim mencapai 420 km berdasarkan standar CLTC.
Pengisian super cepat jadi daya tarik utama
Keunggulan yang paling menonjol dari model ini ada pada kemampuan pengisian daya. BYD mengklaim baterainya bisa diisi dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit.
Jika pengisian diteruskan sampai 97 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar sembilan menit. Klaim ini membuat N9 Flash Charge Edition tampil sebagai salah satu SUV hybrid premium yang mengedepankan efisiensi waktu pengisian.
Dalam kondisi gabungan antara mode listrik dan mesin bensin, jarak tempuhnya disebut bisa menembus lebih dari 1.300 km. Angka itu memberi gambaran bahwa mobil ini tidak hanya mengandalkan performa listrik, tetapi juga daya jelajah panjang untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh.
Harga dan peluang ke Indonesia
Denza N9 Flash Charge Edition akan dipasarkan mulai 450 ribu sampai 500 ribu yuan. Jika mengacu pada informasi yang tersedia, banderolnya setara sekitar Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar.
Kehadiran model ini menunjukkan langkah agresif BYD di segmen SUV premium elektrifikasi. Di Indonesia, Denza sejauh ini baru menjual D9, MPV listrik premium yang menjadi rival Toyota Alphard, sehingga N9 masih menyisakan peluang untuk hadir di pasar dalam negeri.







