Harga menjadi senjata utama dalam duel Jaecoo J5 EV melawan Wuling Binguo EV. Dua mobil listrik ini memang berbeda kelas, tetapi selisih banderol dan perbedaan karakter membuat perbandingannya tetap menarik untuk konsumen yang mencari BEV terjangkau.
Jaecoo J5 EV hadir sebagai SUV listrik baru yang dijual Rp 249,9 juta-Rp 299,9 juta. Di sisi lain, Wuling Binguo EV dipasarkan mulai Rp 279 juta sampai Rp 332 juta, sehingga secara harga Binguo berada di atas J5 EV.
Selisih harga yang langsung terasa
Dari angka banderol, J5 EV punya keunggulan awal yang cukup jelas. Mobil ini masuk pasar dengan harga yang lebih rendah, sementara Binguo EV meminta dana lebih besar meski sama-sama menyasar pembeli mobil listrik di kelas terjangkau.
Posisi itu membuat J5 EV terlihat lebih agresif di pasar. Dengan harga lebih ramah, model ini berpotensi menarik pembeli yang menginginkan SUV listrik tanpa harus naik ke rentang harga yang lebih tinggi.
Performa jadi pembeda utama
Selain harga, perbedaan paling besar terlihat pada tenaga dan torsi. Jaecoo J5 EV dibekali tenaga 211 hp dan torsi 288 Nm, sedangkan Wuling Binguo EV hanya menawarkan 67 hp dan torsi 150 Nm.
Perbedaan itu juga terasa pada jarak tempuh. J5 EV diklaim mampu menempuh 461 km dalam sekali isi daya, sementara Binguo EV mencapai 333 km.
Karakter keduanya pun berbeda. J5 EV tampil sebagai SUV yang lebih bongsor dan lebih siap menghadapi beragam kondisi jalan, sedangkan Binguo EV lebih cocok untuk penggunaan perkotaan.
J5 EV sedang kuat, Binguo EV punya tantangan
Jaecoo sudah mengandalkan J5 EV di Indonesia, dan penjualannya disebut cukup bagus hingga kini. Model ini bahkan mampu terjual ribuan unit per bulan, sehingga tidak bisa lagi dipandang remeh oleh para kompetitor.
Kondisi itu membuat Binguo EV tidak mudah mengejar. Walau sudah hadir lebih dulu, selisih penjualannya dengan J5 EV disebut masih sangat jauh.
Di tengah persaingan itu, Wuling juga sedang fokus meluncurkan model-model baru. Salah satunya adalah Eksion, yang disebut bisa menjadi lawan J5 EV dari sisi kelas SUV.
Tapi harga lawan juga menentukan
Masalahnya, Eksion disebut dibanderol Rp 400 jutaan. Angka itu membuatnya kurang pas untuk dibandingkan langsung dengan J5 EV, terutama jika fokus utama ada pada harga terjangkau.
Karena itu, duel yang paling relevan tetap mengerucut pada J5 EV dan Binguo EV. J5 EV unggul di harga, tenaga, torsi, dan jarak tempuh, sementara Binguo EV masih punya daya tarik sebagai mobil listrik populer untuk penggunaan harian di kota.
Bagi pembeli, pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan. J5 EV lebih menarik untuk yang mencari SUV listrik bertenaga dengan harga lebih rendah, sedangkan Binguo EV lebih masuk akal untuk pengguna yang memprioritaskan mobil listrik kompak untuk mobilitas perkotaan.
Source: ridertua.com