Firefly, merek EV kompak di bawah Nio Inc, baru saja menerima pembaruan sistem besar yang langsung menyentuh dua kebutuhan penting pengguna: performa dan kesiapan infrastruktur swap baterai. Lewat update ini, model Firefly lama mendapat dorongan tenaga motor dan fitur bantuan parkir khusus untuk stasiun swap generasi kelima yang segera masuk tahap uji coba.
Pembaruan Aster 1.5.0 menaikkan daya puncak motor Firefly EV lama menjadi 120 kilowatt atau 161 hp, dari sebelumnya 105 kW. Perusahaan menyebut peningkatan ini tersedia gratis lewat over-the-air dan memangkas waktu akselerasi 0–100 km/jam menjadi 7,9 detik.
Langkah ini juga membuat performa model lama sejajar dengan Firefly EV penyegaran yang meluncur pada April. Saat itu, harga awal mobil tersebut tetap dipertahankan di 119.800 yuan, setara sekitar $17.638, sehingga penyamaan performa lewat software menjadi nilai tambah yang penting bagi pemilik unit lebih lama.
Firefly juga menyebut hasil uji aktual menunjukkan akselerasi 50–100 km/jam membaik menjadi 4,61 detik setelah update. Angka itu menunjukkan peningkatan bukan hanya di atas kertas, tetapi juga terasa pada respons tenaga di penggunaan harian.
Siap menyambut stasiun swap generasi kelima
Fitur baru lain yang tidak kalah penting adalah battery swap station parking assist. Fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi memarkir mobil secara otomatis ke posisi yang tepat di stasiun swap generasi kelima milik Nio yang akan segera memasuki masa uji coba operasional.
Nio berencana membangun lima hingga 10 stasiun pionir generasi kelima antara Mei dan Juni. Setelah itu, perusahaan menargetkan penyebaran skala besar dimulai pada Juli dan Agustus.
Stasiun baru ini memakai arsitektur dasar yang sepenuhnya dirancang ulang agar sesuai dengan wheelbase Firefly yang lebih pendek. Dengan begitu, Firefly dipersiapkan lebih baik untuk ekosistem penukaran baterai yang sedang dibangun Nio, meski kendaraan Firefly sendiri belum mendukung penggunaan stasiun swap baterai saat ini.
Saat ini Nio mengoperasikan 3.846 stasiun swap baterai di China. Merek utama Nio bisa mengakses seluruh stasiun tersebut, sementara sub-brand Onvo terhubung ke sebagian besar jaringan, tetapi Firefly belum memiliki akses serupa.
Fitur tambahan dan posisi Firefly di pasar
Update sistem terbaru juga membawa penyempurnaan pada pengalaman membuka frunk. Pengguna bisa membuka frunk dengan mengetuk area pengenalan sensor, meski fungsi ini tetap memerlukan pembelian dan pemasangan perangkat keras tertentu.
Di luar pembaruan perangkat lunak, Firefly terus membangun posisinya sebagai merek baru Nio. Nio resmi meluncurkan merek Firefly pada Nio Day 2024, dan model pertamanya mulai dijual di China pada 19 April 2025.
Firefly kemudian mencapai tonggak 50.000 pengiriman pada 29 Maret tahun ini, sekitar 11 bulan setelah mobilnya masuk pasar. Dalam perkembangan internasional, merek ini juga menjadi pionir ekspansi Nio ke pasar luar negeri, termasuk beberapa negara Eropa dan pasar setir kanan seperti Thailand serta Singapura.
Kinerja penjualan bulanan Firefly masih berfluktuasi. Pada April, merek ini mengirimkan 4.980 unit, turun 18,61% dari Maret, dan menyumbang 16,96% dari total pengiriman Nio yang mencapai 29.356 unit pada bulan yang sama. Dengan update baru ini, Firefly terlihat ingin menjaga momentum produk sambil menyiapkan diri untuk fase berikutnya dari strategi swap baterai Nio.
Source: cnevpost.com






