VinFast Gandeng 29 Mitra Baru, RI Masuk Peta Servis EV Global Yang Makin Serius

VinFast mempercepat ekspansi layanan purnajual mobil listriknya dengan menggandeng 29 mitra internasional baru, termasuk dari Indonesia. Langkah ini menegaskan bahwa persaingan kendaraan listrik kini tidak lagi hanya soal produk, tetapi juga soal kesiapan servis, distribusi suku cadang, dan pengalaman pelanggan setelah pembelian.

Kerja sama itu diumumkan dalam VinFast Global Business Conference 2026 yang digelar pada 4-10 Mei 2026. Ajang tersebut mempertemukan lebih dari 200 investor dan mitra VinFast dari Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, India, Indonesia, Filipina, hingga Kazakhstan.

Deputy CEO of Global Aftersales VinFast Bui Viet Hung mengatakan perusahaan ingin membangun ekosistem layanan purnajual yang berpusat pada pelanggan. Menurut dia, perluasan jaringan bengkel hanyalah satu bagian dari strategi yang lebih besar untuk memberi pengalaman terbaik dalam skala global.

Standar global untuk bengkel EV

Dalam kemitraan baru ini, para mitra akan membangun bengkel layanan kendaraan listrik sesuai standar global VinFast di negara masing-masing. VinFast menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi teknisi agar kualitas layanan tetap seragam di berbagai pasar.

Perusahaan juga menyiapkan prosedur operasional terstandarisasi dan sistem kontrol kualitas untuk mendukung layanan purnajual. Di sisi logistik, VinFast menargetkan pengiriman suku cadang umum dalam waktu 24 jam di pasar utama.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa VinFast tidak hanya memburu pertumbuhan jumlah titik servis. Perusahaan juga ingin memastikan jaringan yang dibangun bisa bekerja cepat, konsisten, dan mudah diakses pelanggan.

Fondasi dari Vietnam, lalu diperluas ke pasar global

VinFast menyebut strategi ekspansi ini bertumpu pada fondasi operasional yang sudah dibangun di Vietnam. Hingga akhir 2025, perusahaan memiliki hampir 400 bengkel layanan di Vietnam dan total hampir 800 fasilitas layanan secara global.

Pada 2026, jumlah jaringan servis global ditargetkan naik menjadi lebih dari 1.100 bengkel. Jaringan itu akan tersebar di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Untuk mencapai target tersebut, VinFast akan memakai beberapa model bisnis sekaligus. Perusahaan akan mengandalkan dealer ritel, layanan untuk armada dan bisnis transportasi, serta kerja sama dengan bengkel lokal pihak ketiga.

Indonesia ikut masuk dalam peta ekspansi

Kehadiran mitra dari Indonesia dalam pengumuman ini menandakan pasar Tanah Air ikut diperhitungkan dalam strategi aftersales VinFast. Di tengah pertumbuhan minat kendaraan listrik, kesiapan layanan dan dukungan teknis menjadi faktor penting bagi konsumen.

VinFast juga menempatkan ekspansi servis sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas. Strategi jangka panjang perusahaan tidak berhenti pada bengkel, tetapi juga mencakup infrastruktur pengisian daya dan dukungan pelanggan.

Untuk sisi pengisian daya, VinFast bekerja bersama mitra strategis seperti V-Green dan operator pengisian daya lokal. Melalui jaringan itu, perusahaan menargetkan pengembangan lebih dari 1,5 juta titik pengisian daya kendaraan listrik secara global.

Langkah ini menunjukkan VinFast ingin membangun ekosistem yang saling terhubung antara kendaraan, servis, dan infrastruktur pengisian. Dengan tambahan 29 mitra baru, perusahaan berupaya memperkuat kesiapan operasional di pasar internasional sekaligus menambah kepercayaan konsumen terhadap layanan jangka panjangnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terkait