Masih Ragu Beralih ke Mobil Listrik? Deepal S05 REEV Menjanjikan Hemat BBM Tanpa Cemas Jarak

Author: Qoo Media

Keraguan terhadap mobil listrik murni masih terasa kuat di Indonesia, terutama karena stasiun pengisian daya belum merata dan kekhawatiran soal jarak tempuh belum sepenuhnya hilang. Di tengah kondisi itu, Deepal S05 REEV hadir dengan pendekatan yang menawarkan efisiensi BBM tanpa memaksa pengguna bergantung penuh pada charger publik.

Model ini diperkenalkan Changan di Indonesia sebagai medium SUV dengan teknologi Range Extended Electric Vehicle atau REEV. Skema tersebut diposisikan sebagai solusi yang lebih realistis bagi konsumen yang ingin masuk ke dunia elektrifikasi, tetapi masih membutuhkan rasa aman untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

Bagi pengguna yang fokus menekan pengeluaran bahan bakar minyak non-subsidi, daya tarik utama Deepal S05 REEV ada pada cara kerjanya. Mobil ini tetap digerakkan motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator internal saat daya baterai mulai menipis.

Konsep ini membuat pengalaman berkendaranya tetap menyerupai mobil listrik murni. Karakter yang ditawarkan adalah halus, senyap, dan responsif, namun dengan fleksibilitas tambahan ketika mobil dipakai keluar kota atau melintasi wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya belum memadai.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, menyatakan Deepal S05 REEV dihadirkan untuk menawarkan cara baru menikmati kendaraan elektrifikasi yang lebih realistis. Menurut dia, pendekatan ini memberi kenyamanan khas kendaraan listrik tanpa mengorbankan rasa aman saat menempuh perjalanan lebih jauh.

Mengapa REEV terasa relevan di Indonesia

Pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus tumbuh, tetapi tidak semua konsumen siap langsung beralih ke Battery Electric Vehicle atau BEV. Hambatan utamanya masih berkisar pada range anxiety dan keterbatasan charging station, dua faktor yang sering membuat konsumen menunda keputusan pembelian.

Dalam konteks itulah teknologi REEV menjadi menarik. Pengguna tetap bisa menikmati mobilitas berbasis listrik untuk kebutuhan rutin, sambil memiliki cadangan energi dari generator bensin ketika dibutuhkan, tanpa harus mencari pengisian daya eksternal di setiap perjalanan panjang.

Untuk pemakaian harian di dalam kota, Deepal S05 REEV diklaim bisa melaju hingga 170 kilometer dalam mode pure electric. Artinya, jika pengguna rutin mengisi daya di rumah, kebutuhan perjalanan sehari-hari dapat dijalani tanpa konsumsi BBM non-subsidi sama sekali.

Keunggulan lain muncul saat mobil dipakai untuk perjalanan lintas daerah. Ketika baterai mulai menurun, generator bensin akan menyala untuk menyuplai energi ke baterai, sehingga perjalanan bisa terus berlangsung tanpa ketergantungan mutlak pada stasiun pengisian daya.

Dalam mode kombinasi antara baterai dan generator, jarak tempuh total Deepal S05 REEV disebut lebih dari 1.200 kilometer. Angka ini menjadi salah satu poin penting karena langsung menjawab kecemasan pengguna yang masih ragu menggunakan kendaraan elektrifikasi untuk jarak jauh.

Bedanya dengan BEV, HEV, dan PHEV

Changan menempatkan REEV sebagai salah satu lini New Energy Vehicle bersama BEV, HEV, dan PHEV. Masing-masing punya karakter berbeda, tetapi REEV menonjol karena roda selalu digerakkan motor listrik secara penuh.

Pada BEV, kendaraan sepenuhnya bergantung pada baterai dan pengisian daya eksternal. Changan menyebut model seperti Changan Lumin dan Deepal S07 berada di kategori ini.

Pada HEV, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama untuk meningkatkan efisiensi, tetapi baterainya kecil dan hanya mendukung mesin utama. Teknologi BlueCore Hybrid milik Changan diterapkan pada model Changan CS55 dan CS75 yang meluncur di Beijing Auto Show 2026.

Sementara itu, PHEV memiliki baterai yang dapat diisi dari luar dan bisa melaju dalam mode listrik sebelum mesin bensin ikut mengambil alih penggerak roda. Contoh yang disebut adalah Changan UNI-K dan UNI-V.

REEV bekerja dengan cara berbeda dari hybrid konvensional. Mesin bensin tidak terhubung ke roda, melainkan hanya bertugas sebagai generator internal untuk mengisi ulang baterai saat dayanya menipis.

Skema ini membuat efisiensi bahan bakar dinilai lebih baik dibanding mobil bermesin konvensional. Changan menyebut generator bekerja pada putaran mesin konstan yang optimal, sehingga konsumsi BBM lebih hemat sekaligus lebih ramah lingkungan.

Jembatan transisi menuju elektrifikasi

Bagi konsumen yang ingin mulai beralih dari mobil bensin biasa, Deepal S05 REEV diposisikan sebagai jembatan transisi yang lebih mulus. Mobil ini menawarkan penghematan pengeluaran BBM non-subsidi secara signifikan, tetapi tidak menuntut perubahan kebiasaan secara ekstrem seperti pada mobil listrik murni.

Pendekatan itu menjadi penting di pasar seperti Indonesia, ketika adopsi kendaraan elektrifikasi terus berkembang tetapi kesiapan infrastruktur belum sepenuhnya merata. Dengan kombinasi mode listrik untuk mobilitas harian dan generator bensin untuk perjalanan panjang, Deepal S05 REEV mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus: efisiensi biaya dan ketenangan saat berkendara.

Source: kabaroto.com
Terbaru