
Pasar penjualan mobil di Sumatera Selatan tetap bergerak naik meski harga BBM nonsubsidi ikut naik. Sepanjang Januari hingga April 2026, penjualan kendaraan di wilayah ini mencapai 8.983 unit atau tumbuh 21,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan itu setara dengan tambahan 1.594 unit kendaraan. Di tengah tekanan biaya operasional, angka tersebut menunjukkan permintaan pasar masih kuat dan memberi dorongan positif bagi industri otomotif di Sumsel.
Pikap jadi penyumbang terbesar
Dari seluruh segmen, kendaraan jenis pikap mencatat penjualan paling tinggi. Penjualan kendaraan niaga ringan itu naik sekitar 40 persen dibanding tahun lalu.
Kebutuhan kendaraan operasional untuk sektor SPPG disebut menjadi salah satu pendorong utama lonjakan permintaan pikap. Kondisi ini membuat segmen niaga ringan tampil lebih menonjol dibanding jenis kendaraan lain.
EV dan PHEV ikut terdorong
Regional Deputy Director Maju Motor Group, Alex Mardinus F, mengatakan penjualan kendaraan di Sumsel tetap meningkat meski harga BBM nonsubsidi naik. Menurut dia, pertumbuhan juga terlihat pada kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Alex menyebut ada perpindahan pelanggan dari kendaraan diesel ke kendaraan bensin maupun EV. Pergeseran itu ikut menjaga pasar tetap tumbuh di tengah perubahan harga bahan bakar.
Diesel mulai tertekan
Di sisi lain, kendaraan Internal Combustion Engine berbahan bakar diesel justru mengalami penurunan tipis. Alex menjelaskan, penjualan diesel sedikit turun karena sebagian masyarakat beralih ke mobil bensin dan kendaraan listrik yang permintaannya terus naik sepanjang 2026.
Ia juga menyoroti kenaikan BBM di kelas diesel seperti Pertamina Dex dan Dexlite yang baru terjadi di minggu keempat April. Setelah penyesuaian harga itu, beberapa kendaraan diesel tercatat mengalami sedikit penurunan angka penjualan.
Pasar masih mencari arah baru
Pergerakan pasar ini menunjukkan konsumen di Sumsel belum sepenuhnya menahan pembelian mobil meski biaya energi meningkat. Sebagian pembeli tampak menyesuaikan pilihan ke kendaraan bensin, EV, dan PHEV yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Pada saat yang sama, pikap dan kendaraan operasional tetap menjadi tulang punggung penjualan di daerah tersebut. Kombinasi permintaan niaga yang kuat dan pergeseran minat ke teknologi baru membuat pasar mobil Sumsel tetap mencatat pertumbuhan positif.









