5 SUV Populer dengan Masalah Mesin Serius, Banyak yang Baru Tahu Setelah Terlambat

Biaya pembelian sering menjadi perhatian utama saat orang memilih SUV, tetapi biaya kepemilikan jangka panjang bisa jauh lebih berat. Salah satu yang paling menakutkan adalah saat masalah mesin muncul, karena perbaikannya bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan dolar, sementara penggantian mesin biasanya berada di kisaran $5.000 hingga $10.000.

Menurut Cox Automotive, rata-rata konsumen mengeluarkan lebih dari $800 untuk memperbaiki kendaraan. Karena itu, calon pembeli mobil bekas perlu memperhatikan riwayat keandalan, ulasan pemilik, serta data keluhan sebelum memutuskan membeli.

Jeep Wrangler 2012 dan riwayat keluhan mesin

Jeep Wrangler tetap menarik bagi pembeli yang mencari SUV tangguh untuk off-road. Namun, model 2012 menjadi salah satu tahun yang perlu diwaspadai karena mesin V6-nya dikaitkan dengan sejumlah keluhan, sementara NHTSA menerima lebih dari 800 pengaduan untuk model ini.

Masalah yang menonjol pada tahun itu mencakup cacat cylinder head dan gejala yang dikenal sebagai “Pentastar tick”, yakni suara ketukan keras dan idle yang kasar. Tidak ada recall yang diterbitkan, tetapi Jeep mengeluarkan service bulletin, sehingga pemeriksaan mekanik sebelum membeli menjadi langkah yang penting.

Chevrolet Tahoe 2021-2024 dan risiko kehilangan tenaga

Chevrolet Tahoe populer karena kabin besar, tiga baris kursi, dan pilihan mesin yang bertenaga. Meski begitu, pembeli mobil bekas perlu berhati-hati pada model tahun 2021 hingga 2024 karena NHTSA pada akhir 2025 tengah menyelidiki risiko engine failure pada beberapa model GM dengan mesin V8 6,2 liter.

GM sendiri menarik ribuan kendaraan setelah investigasi internal dan menyebut adanya cacat manufaktur pada connecting rod serta crankshaft yang membuat sebagian pengemudi kehilangan tenaga. NHTSA juga masih menelaah apakah perbaikan pada recall awal benar-benar menyelesaikan masalah.

Honda CR-V 2015 dan kasus getaran hingga mati mesin

Honda CR-V dikenal luas sebagai salah satu SUV kompak paling populer. Meski reputasinya kuat, model 2015 kerap disebut bermasalah karena getaran mesin, terutama saat idle, dan NHTSA mencatat lebih dari 660 keluhan untuk varian penggerak depan maupun all-wheel drive.

Sejumlah pemilik juga melaporkan mobil tiba-tiba mati di berbagai kecepatan dan di lampu merah tanpa lampu peringatan di dasbor. Honda memang melakukan recall untuk sebagian model 2015 terkait masalah stalling, tetapi pembeli tetap perlu memastikan recall tersebut sudah diselesaikan.

Ford Escape 2018 dan kebocoran coolant yang merusak mesin

Ford Escape menjadi pilihan menarik bagi pembeli yang mencari SUV kompak terjangkau dan hemat bahan bakar. Namun, model 2018 mendapat sorotan karena lebih dari 1.600 keluhan tercatat di NHTSA dan banyak di antaranya berkaitan dengan kebocoran coolant.

Masalah yang dilaporkan mencakup retakan pada engine block yang membuat coolant bocor ke silinder dan berujung pada engine failure. Keluhan lain juga menyebut overheating, idle kasar, hingga hilangnya kompresi secara tiba-tiba, sementara sejumlah pemilik melaporkan gangguan transmisi seperti slip dan kehilangan semua gigi saat berkendara.

Nissan Rogue 2021-2023 dan recall besar pada komponen mesin

Nissan Rogue tetap dikenal sebagai SUV kompak yang efisien dan nyaman. Tetapi model 2021-2023 masuk daftar perhatian karena Nissan pada 2025 menarik lebih dari 440.000 kendaraan akibat bantalan mesin yang cacat atau komponen pendukung mesin lain yang bermasalah.

Recall itu mencakup Rogue 2021-2023, dan beberapa pengemudi dilaporkan mengalami engine failure lebih cepat dari seharusnya. Pada 2026, recall tersebut diperluas karena ada kemungkinan suhu oli mesin yang meningkat dan dapat memicu kegagalan mesin.

Kelompok model ini juga menghadapi gugatan class action sejak 2023 yang menuduh mesin DIG pada Rogue 2021-2023 mengalami kontaminasi oli yang pada akhirnya bisa menyebabkan engine failure. NHTSA mencatat lebih dari 200 keluhan untuk model 2021 dan 2022, serta lebih dari 600 untuk model 2023, dengan laporan terbaru yang menyebut masalah bantalan mesin, engine failure, dan coolant.

Berita Terkait

Back to top button