
Persaingan otomotif di Indonesia makin padat, terutama setelah banyak merek asal Cina masuk dengan agresif. Di tengah tekanan itu, Volvo memilih bertarung di kelas premium dengan pendekatan yang berbeda dan fokus pada kebutuhan konsumen yang lebih spesifik.
Strategi itu terlihat jelas lewat kehadiran Volvo EX90. Model listrik ini diposisikan di segmen yang sama dengan BMW iX, tetapi Volvo membawa konfigurasi 7-seater dan harga yang disebut bersaing untuk memperkuat daya tariknya.
Target utama: keluarga dan fleet
Volvo tidak hanya membidik pembeli yang mencari mobil listrik mewah untuk dikemudikan sendiri. Perusahaan juga menargetkan konsumen fleet atau perusahaan yang membutuhkan kendaraan listrik untuk operasional.
Corporate Planning Volvo Cars Indonesia, Ilham Suryo Aldianto, mengatakan EX90 bisa dipasarkan sebagai Multi Purpose Vehicle atau MPV. Menurut dia, ada pula konsumen yang tetap ingin membawa mobil sendiri, sementara di pasar global EX90 memang dikenal cocok untuk keluarga karena kabinnya lapang dan bagasinya besar.
Pendekatan ini membuat Volvo mencoba masuk ke dua kebutuhan sekaligus. Satu sisi menyasar keluarga yang menginginkan ruang luas, di sisi lain menyentuh pasar bisnis yang mencari mobil listrik premium untuk armada.
Berbeda dengan rival di kelasnya
Dibanding salah satu rival utamanya, BMW iX, EX90 menawarkan format yang lebih fleksibel. BMW iX hadir dengan dua baris kursi atau kapasitas 5-seater, sedangkan Volvo menonjolkan konfigurasi 7-seater sebagai nilai tambah.
Perbedaan itu memberi Volvo ruang untuk membangun identitas produk yang tidak sekadar mewah. EX90 juga diarahkan untuk mendukung percepatan adopsi elektrifikasi di Indonesia lewat kombinasi kapasitas, kenyamanan, dan jarak tempuh.
Bekal teknis untuk pasar premium
Secara basis, Volvo EX90 dibangun di atas platform yang sama seperti sedan liftback ES90. Mobil ini dibekali baterai 111 kWh yang diklaim mampu menempuh 600 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Volvo juga menyediakan dua pilihan penggerak agar konsumen bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Varian Twin Motor Performance menghasilkan tenaga 510 hp, sementara Twin Motor memiliki output 402 hp.
Spesifikasi itu mempertegas posisi EX90 sebagai produk premium berorientasi jarak jauh dan performa. Dengan bekal tersebut, Volvo mencoba menjawab kebutuhan konsumen yang mencari ruang kabin luas, tenaga besar, dan efisiensi pemakaian khas mobil listrik.
Harga dan status impor
EX90 dipasarkan dengan harga Rp 2,55 miliar. Saat ini, mobil listrik tersebut masih berstatus Completely Built Up atau CBU, sehingga diimpor utuh dari Malaysia.
Status CBU ini menunjukkan Volvo masih mengandalkan produk impor untuk mengisi pasar Indonesia. Di saat yang sama, harga dan konfigurasi yang ditawarkan menjadi senjata utama untuk menjaga posisinya di tengah persaingan premium yang makin ketat.
Source: otomotif.katadata.co.id








