PT Astra Honda Motor memperluas jalur pencetakan mekanik muda langsung dari sekolah lewat Pos AHASS Teaching Factory di SMK Negeri 3 Mandau, Riau. Model ini membuat siswa tidak hanya belajar di ruang praktik, tetapi juga menangani servis motor masyarakat dengan standar bengkel resmi Honda.
Langkah tersebut menarik karena sekolah kini berfungsi seperti miniatur industri yang beroperasi nyata. Bagi siswa vokasi, pengalaman ini menjadi jembatan penting antara pelajaran teknis di kelas dan tuntutan kerja profesional di bengkel resmi.
Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau diresmikan sebagai fasilitas pendidikan vokasi berstandar industri. Sekolah ini juga menjadi SMK mitra binaan pertama di Riau yang mengoperasikan bengkel resmi Honda dengan standar industri nyata.
Fasilitas itu dikembangkan untuk mendekatkan layanan servis sepeda motor kepada masyarakat, terutama di area rural. Pada saat yang sama, siswa mendapat akses pembelajaran yang setara dengan pengalaman industri yang lazim ditemui di kota besar.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi AHM dengan Main Dealer Capella Dinamik Nusantara Riau. Skema itu menempatkan sekolah sebagai tempat belajar sekaligus titik layanan purna jual yang benar-benar digunakan konsumen.
Di bengkel tersebut, siswa terlibat langsung dalam pekerjaan servis harian. Namun, pengerjaan hanya dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian Astra Honda dan tetap berada di bawah pengawasan teknisi ahli dari AHASS mitra terdekat.
Belajar dari Ritme Kerja Nyata
Pendekatan teaching factory dipilih untuk membangun kompetensi yang lebih dekat dengan kebutuhan lapangan kerja. Siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga dilatih memahami ritme kerja industri dan standar layanan kepada konsumen.
Muhammad Faried Hidayat, siswa kelas XI, menilai fasilitas itu memberi ruang untuk meningkatkan kepercayaan diri menuju karier profesional. Menurut dia, metode pembelajaran praktik di Pos AHASS TEFA membantu pelajar memahami ritme kerja industri sesungguhnya agar dapat memberikan layanan terbaik bagi konsumen.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa manfaat program tidak berhenti pada penguasaan alat dan prosedur servis. Ada pembentukan mental kerja, disiplin layanan, dan kesiapan menghadapi situasi riil yang biasanya baru ditemui setelah lulus.
Kepala SMKN 3 Mandau Agus Subagiyo menyebut peresmian Pos AHASS TEFA sebagai fondasi untuk mengembangkan siswa agar merasakan dunia industri langsung di sekolah. Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat belajar nyata agar siswa siap terserap industri atau mandiri sebagai wirausaha.
Arah program ini jelas, yakni memperbesar peluang lulusan SMK masuk ke ekosistem industri sepeda motor. Sekolah tidak hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi tenaga terampil yang telah terbiasa dengan prosedur bengkel resmi dan layanan purna jual.
Kapasitas Bengkel dan Layanan
Secara operasional, Pos AHASS TEFA di SMKN 3 Mandau didukung tiga pit kerja. Kapasitas itu memungkinkan bengkel melayani hingga 12 unit sepeda motor per hari.
Jenis layanan yang tersedia mencakup perawatan berkala, penggantian oli, hingga penyediaan Honda Genuine Part. Dengan layanan tersebut, fasilitas sekolah tidak berdiri sebagai laboratorium tertutup, melainkan benar-benar melayani kebutuhan pemilik motor di sekitar wilayah itu.
Skema ini juga memberi manfaat ganda bagi masyarakat. Konsumen mendapat akses servis yang lebih dekat, sementara siswa memperoleh pengalaman menangani kendaraan pelanggan dengan standar kerja yang terukur.
General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin menyatakan program ini ditujukan untuk mencetak generasi muda unggul yang memiliki keterampilan teknis dan mental profesional. Ia berharap kehadiran Pos AHASS TEFA di Kota Duri, Bengkalis, tidak hanya menjadi sarana belajar riil bagi siswa, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam layanan purna jual sepeda motor.
Bagian dari Program Nasional
Peresmian di SMKN 3 Mandau bukan program yang berdiri sendiri. Pos AHASS TEFA merupakan bagian dari kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda yang telah dikembangkan sejak 2010.
Saat ini sudah ada 29 Pos AHASS TEFA yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Penyebaran tersebut menunjukkan bahwa pendekatan teaching factory terus dipakai sebagai instrumen untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan pendidikan vokasi.
Dengan model seperti ini, sekolah mitra tidak sekadar menyiapkan lulusan untuk mencari kerja setelah tamat. Mereka dibentuk sejak awal untuk masuk ke dunia kerja dengan bekal pengalaman teknis, pola layanan, dan kedisiplinan yang sudah diuji lewat aktivitas bengkel resmi di lingkungan sekolah.
