Tesla Ternyata Loloskan 14.575 Mobil Tanpa Label Penting, Pemilik Harus Kembali Ke Dealer

Tesla kembali menghadapi penarikan kendaraan, tetapi masalah kali ini bukan pada perangkat lunak, baterai, atau sistem bantuan pengemudi. Sebanyak 14.575 unit Model Y tahun model 2025 dan 2026 di Amerika Serikat harus kembali diperiksa dealer karena label sertifikasi yang hilang tidak bisa diselesaikan lewat pembaruan over-the-air.

Kasus ini berawal dari audit rutin di pabrik Fremont milik Tesla bulan lalu, ketika perusahaan menemukan satu kendaraan tanpa label sertifikasi. Dari situ, Tesla menyadari bahwa alat pemindai visi otomatis yang bertugas memastikan label sertifikasi terpasang dengan benar tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Label kecil, dampak besar

Label sertifikasi itu memuat spesifikasi bobot kendaraan, informasi yang dipakai pemilik saat memuat barang atau menarik trailer. Tanpa label tersebut, pengemudi bisa melampaui batas beban tanpa sadar, dan Model Y yang kelebihan muatan akan bereaksi berbeda dalam pengereman, pengendalian, dan potensi kecelakaan.

Tesla menyebut total kendaraan yang terdampak mencapai 14.575 unit. Rinciannya terdiri dari 2.697 Model Y yang dibuat antara 17 November 2024 dan 24 Februari 2025 untuk model year 2025, ditambah 11.878 unit yang diproduksi antara 25 Februari 2025 dan 21 April 2026.

Perusahaan juga menyatakan tidak mengetahui adanya tabrakan, cedera, atau kematian yang terkait dengan label yang hilang. Untuk jenis cacat seperti ini, ketiadaan insiden besar memang tidak mengejutkan, tetapi tetap cukup serius karena menyangkut informasi keselamatan dasar yang harus ada di setiap kendaraan.

Perbaikan tidak bisa dilakukan dari jarak jauh

Berbeda dari banyak penarikan Tesla sebelumnya, masalah ini tidak bisa diselesaikan melalui software update. Tesla harus memeriksa kendaraan secara fisik dan memasang label sertifikasi yang diperlukan pada unit yang terdampak.

Tesla mengatakan alat pemindai otomatis di pabrik Fremont sudah diperbaiki pada 17 April. Setelah itu, perusahaan juga mulai melakukan pengecekan manual untuk memastikan model yang diproduksi baru memiliki label sertifikasi yang benar.

Perbaikan serupa juga dilakukan di Gigafactory Texas. Alat pemindai di fasilitas tersebut disebut sudah diperbaiki pada 7 Mei, setelah masalah pada sistem visi otomatis teridentifikasi.

Pemilik akan dipanggil kembali ke dealer

Pemilik Model Y yang terdampak akan mulai mendapat pemberitahuan recall pada 17 Juli. Setelah itu, Tesla akan memeriksa kendaraan yang terkena dampak dan memasang label sertifikasi sesuai kebutuhan.

Kasus ini menyoroti bagaimana kegagalan kecil dalam proses produksi bisa berujung pada recall massal. Dalam situasi ini, yang bermasalah bukan teknologi mobil listriknya, melainkan satu label yang luput dari pemeriksaan mesin dan memaksa seluruh pemilik terdampak kembali ke dealer.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button