Ferrari Luce Terlalu Tak Terasa Ferrari, Kami Coba Pasangi Lima Badge Lain

Ferrari Luce langsung memecah opini karena tampilannya terasa sangat jauh dari DNA Ferrari yang biasa. Justru di tengah perdebatan soal desain itulah mobil listrik pertama dari Maranello ini paling menarik untuk dibahas, terutama saat dibayangkan memakai lencana merek lain.

Luce dibentuk dengan bantuan LoveFrom, studio yang dipimpin mantan desainer Apple Jony Ive. Kolaborasi itu menjelaskan jarak visual yang besar antara Luce dan karya-karya Ferrari Centro Stile di bawah Flavio Manzoni.

Ferrari memang sengaja mengambil langkah berbeda untuk model listrik perdananya. Pabrikan asal Maranello itu belum berniat menjadi merek EV-only, sehingga Luce mendapat ruang untuk berjalan di jalurnya sendiri.

Jeep terasa paling dekat secara visual

Dari semua badge yang dicoba, Jeep termasuk yang paling mengejutkan cocok. Fascia Luce mengingatkan pada Jeep Avenger, terutama setelah melihat bentuk lampunya yang membuat kemiripan itu sulit diabaikan.

Rekaan Jeep Luce hanya butuh beberapa sentuhan sederhana untuk terlihat meyakinkan. Gril tujuh slot yang menyala dan warna Hawaii dari Compass baru sudah cukup mengubah karakter mobil, meski tambahan lift kit akan membuat tampilannya lebih pas lagi.

Dodge memberi nuansa performa yang lebih keras

Dodge muncul sebagai kandidat berikutnya karena bagian depan terbuka pada Luce punya kesamaan ide dengan nose elektrik Charger Daytona. Walau hidungnya pendek dan jauh dari mobil muscle tradisional, kombinasi itu tetap terasa masuk akal.

Pada versi Dodge, lampu depan lebar penuh dan emblem menyala milik Charger Daytona membuat Luce tampak lebih tegas. Cat Redeye yang gelap juga berpadu baik dengan panel hitam mengilap pada bodi mobil listrik Ferrari ini.

Honda memberi arah yang paling rapi

Honda masuk ke daftar karena bahasa desain konsepnya yang bersih dan rapi. Momen ini juga muncul saat Honda sendiri sedang memangkas banyak proyek EV berprofil tinggi.

Versi Honda Luce dibuat sebagai model Type R dengan paket aero serat karbon yang lebih tajam dan kursi bucket merah. Ironisnya, Luce justru tidak terlihat se-ekstotis Honda 0 Sedan yang batal diproduksi.

Xiaomi paling nyambung dengan citra teknologi

Di antara semua merek, Xiaomi terasa paling logis karena Luce membaca seperti produk teknologi, bukan supercar konvensional. Kesan itu diperkuat oleh hubungan longgar dengan dunia Apple melalui LoveFrom dan Jony Ive.

Versi Xiaomi memakai cat Lighting Yellow dan garis perak dari Xiaomi SU7 Ultra yang terinspirasi Porsche. Logo Mi, sensor Lidar di atap, serta beberapa aksesori aero serat karbon membuatnya makin dekat ke karakter EV Tiongkok, meski roda aerodinamis bawaan Ferrari sebenarnya sudah cukup mendukung tampilan itu.

Versi Apple menutup eksperimen

Sebagai tambahan, Luce juga dibayangkan menjadi Apple iCar yang tak pernah sampai pasar. Proyek Titan sendiri resmi dibatalkan pada Februari 2024 setelah menghabiskan miliaran dolar untuk riset dan desain demi mengejar EV otonom yang disebut akan mengubah paradigma.

Karena Luce sudah dikerjakan bersama LoveFrom, perpindahan ke badge Apple terasa hampir alami. Sentuhan yang dipakai pun minimal, yakni logo Apple di hidung dan side gills, pelek bergaya disc, serta warna Cosmic Orange yang diambil dari iPhone terbaru.

Eksperimen badge-swapping ini menunjukkan satu hal penting: Luce mungkin paling kontroversial bukan karena teknologinya, melainkan karena desainnya. Justru karena tampil begitu tidak seperti Ferrari, mobil ini mudah dibayangkan hidup sebagai Jeep, Dodge, Honda, Xiaomi, atau bahkan Apple.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button