
Pasar motor retro kembali ramai setelah Suzuki GN 160 muncul di pasar global dan langsung memancing perbandingan dengan Kawasaki W175 Street ABS. Dua motor ini sama-sama bermain di kelas retro, tetapi menawarkan pendekatan yang sangat berbeda untuk pembeli yang mencari gaya klasik.
Di satu sisi, Suzuki GN 160 datang sebagai retro modern dengan fitur kekinian dan karakter mesin yang lebih agresif. Di sisi lain, Kawasaki W175 Street ABS tetap mengandalkan aura klasik autentik yang sudah lama menjadi daya tarik utamanya.
Dua karakter, dua target pengguna
Perbedaan paling jelas terlihat dari filosofi desain dan pengalaman berkendara. Suzuki GN 160 membawa tangki berotot, lampu bulat LED, dan panel instrumen analog-digital yang memberi kesan lebih futuristis.
Kawasaki W175 Street ABS justru mempertahankan desain sederhana dengan minim sudut tajam. Nuansa motor era lawas itu membuatnya terasa lebih dekat dengan motor klasik murni.
Suzuki GN 160 unggul di fitur dan respons mesin
Secara teknis, GN 160 dibekali mesin 162 cc SOHC satu silinder. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 14,1 dk pada 8.000 rpm dan torsi 14,5 Nm.
Angka itu sedikit lebih tinggi dari W175 Street ABS. Suzuki juga menambahkan sistem injeksi bahan bakar dan rem ABS pada roda depan, sehingga motor ini terasa lebih siap untuk kebutuhan harian di perkotaan.
Karakter ergonominya juga mendukung penggunaan rutin. Posisi duduk tegak dan jok lebar membuat GN 160 nyaman dipakai untuk komuter maupun perjalanan santai jarak menengah.
W175 Street ABS tetap kuat di sisi klasik dan modifikasi
Kawasaki W175 Street ABS memakai mesin 177 cc SOHC satu silinder. Output dayanya sekitar 13 dk dengan torsi 13,2 Nm, sedikit di bawah GN 160, tetapi karakter tenaganya dibuat santai dan halus.
Bagi banyak penggemar motor klasik, karakter seperti ini justru menjadi nilai utama. Kawasaki juga sudah menyematkan injeksi modern dan rem ABS agar motor tetap relevan untuk dipakai sehari-hari.
Salah satu nilai jual terbesar W175 ada pada fleksibilitas modifikasi. Struktur rangka dan desain bodinya yang simpel membuatnya jadi basis favorit untuk aliran café racer, bratstyle, hingga tracker.
Mana yang lebih worth it untuk harian?
Jika patokannya adalah fitur dan kemudahan pakai, Suzuki GN 160 terlihat lebih unggul. Lampu LED, panel digital, sistem injeksi, dan performa yang lebih responsif membuatnya cocok bagi pengguna yang ingin motor retro tanpa meninggalkan teknologi masa kini.
Motor ini juga berpotensi menarik minat anak muda yang ingin tampil klasik tetapi tetap praktis. Kombinasi itu membuat GN 160 terasa kuat sebagai pilihan motor harian.
Namun jika yang dicari adalah sensasi berkendara santai dengan gaya klasik autentik, W175 Street ABS masih sangat menarik. Motor ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan hobi.
Pasar retro masih punya dua arah yang sama kuat
Persaingan GN 160 dan W175 Street ABS menunjukkan bahwa pasar motor retro masih sangat hidup. Keduanya tidak saling meniadakan karena masing-masing menawarkan karakter yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula.
Suzuki GN 160 hadir sebagai retro modern yang lebih praktis dan bertenaga. Kawasaki W175 Street ABS tetap bertahan sebagai motor klasik yang timeless dan mudah dimodifikasi.
Pada akhirnya, pilihan paling worth it bergantung pada prioritas pengendara. GN 160 lebih cocok untuk yang mengejar fitur modern dan performa, sedangkan W175 Street ABS tetap sulit tergantikan bagi pencinta aura vintage yang kuat.









