Suzuki kembali menggerakkan pasar MPV hybrid di Jepang lewat penyegaran Landy, model kembaran Toyota Noah dan Voxy yang kini hanya ditawarkan dalam format elektrifikasi. Mobil rebadge ini hadir dengan pilihan tujuh atau delapan penumpang, lalu diposisikan sebagai opsi yang lebih praktis bagi konsumen yang ingin MPV premium berlogo Suzuki.
Yang paling menarik, Suzuki Landy Hybrid G justru dibanderol lebih tinggi dari basis kembarnya. Varian FWD dijual 3.845.600 yen atau sekitar Rp430 juta, sedangkan AWD dipasarkan 4.128.300 yen atau setara Rp462 juta.
Desain luar dibuat lebih tegas
Penyegaran Landy mengikuti pembaruan yang lebih dulu diterapkan Toyota pada produk sejenis. Namun Suzuki memberi identitas berbeda lewat ubahan pada bumper depan dan penambahan body kit dari varian atas.
Wajah depannya tampil lebih agresif berkat grille bertingkat berukuran besar yang mendominasi fascia. Perbedaan dengan Toyota hanya terlihat pada emblem Suzuki dan garnish sewarna bodi yang ditempatkan di atas kisi-kisi.
Pilihan warna eksterior juga dibuat ringkas. Suzuki hanya menyediakan platinum white pearl mica, metal stream metallic, dan neutral black.
Kabin kini punya opsi delapan penumpang
Di bagian interior, perubahan paling penting ada pada konfigurasi delapan penumpang. Sebelumnya, Landy hanya tersedia dalam tata letak tujuh kursi.
Suzuki juga menyegarkan kokpit dengan material soft pad di dashboard untuk memberi kesan lebih premium. Panel instrumen kini memakai layar 7 inci, meski Landy belum mendapat perangkat digital secanggih Toyota Noah.
Model ini tidak menawarkan panel instrumen digital 12,3 inci atau head unit 8 inci maupun 10,25 inci seperti pada model Toyota. Sebagai opsi, Suzuki menyediakan format audioless dari pabrik sehingga konsumen bisa memilih sendiri sistem infotainment dan navigasi opsional berukuran 7 hingga 9 inci.
Mesin bensin 2.0 liter resmi ditinggalkan
Pembaruan besar lainnya terjadi di sektor mesin. Suzuki menghentikan penggunaan mesin bensin 2.0 liter non-hybrid dan menjadikan teknologi hybrid self-charging sebagai satu-satunya pilihan.
Sistem tersebut mengombinasikan mesin naturally aspirated 1.8 liter dengan satu atau dua motor listrik, tergantung varian. Untuk model AWD E-Four, Suzuki menambahkan mode berkendara Snow Extra.
Fitur ini ditujukan untuk meningkatkan traksi saat musim dingin atau saat melewati jalan bersalju. Suzuki juga menyebut insulasi dan peredaman kabin yang diadopsi dari Toyota Noah terbaru ikut membantu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih senyap.
Targetnya kecil, posisinya jelas
Suzuki menetapkan target penjualan tahunan sekitar 1.200 unit. Angka itu menunjukkan Landy memang ditempatkan sebagai pelengkap lini produk, bukan model volume besar.
Bagi konsumen Jepang yang mencari MPV premium dengan dukungan jaringan diler dan layanan purna jual Suzuki, Landy menawarkan paket yang hampir identik dengan Toyota Noah dan Voxy. Bedanya, kali ini konsumen harus membayar lebih mahal untuk mengenakan logo Suzuki di grille depannya.
Source: carvaganza.com