
Subaru Crosstrek memang bukan nama baru di kelas crossover kompak. Untuk model 2026, Subaru akhirnya menambahkan powertrain hybrid ke Crosstrek Sport dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi tanpa mengubah karakter yang sudah disukai banyak pembeli.
Langkah ini terasa relevan karena Crosstrek sejak lama mengandalkan kombinasi penggerak semua roda standar, ruang kargo yang berguna, dan harga yang masih terjangkau. Hybrid di trim Sport hadir sebagai jawaban yang terlambat, tetapi justru menjadi pembaruan yang paling masuk akal untuk model ini.
Desain luar masih familiar, tapi Sport memberi identitas lebih kuat
Secara visual, Crosstrek Sport Hybrid tidak jauh berbeda dari varian lain di lini Crosstrek. Siluet tegak, lengkungan roda kotak, dan cladding gelap tetap memberi kesan lebih kokoh dibanding banyak crossover kompak lain.
Namun, desainnya juga terasa cukup ramai dengan detail seperti lampu depan bergaya cateye, foglight bulat, trim ventilasi berbentuk boomerang, dan aksen fender yang tegas. Warna Sapphire Blue Pearl membantu meredam kesan ramai itu, sementara pelek gelap dan rumah foglight berwarna tembaga membuat trim Sport terlihat lebih menarik dibanding Limited yang lebih mahal.
Kabinnya fungsional, tetapi mulai terasa tua
Interior Crosstrek Sport Hybrid masih khas Subaru, dengan fokus pada kepraktisan dan tampilan yang siap dipakai di luar ruang. Material kain yang kokoh, permukaan plastik bertekstur, dan detail seperti pedal aluminium sport membantu memberi nuansa yang sesuai dengan karakter mobil ini.
Meski begitu, kabinnya mulai terasa ketinggalan zaman. Dasbor yang tebal, konsol tengah yang besar, dan layar infotainment orientasi potret yang sangat dominan membuat tampilannya kurang segar, apalagi jika dibandingkan dengan rival seperti Hyundai, Kia, dan Toyota.
Ada juga kritik tajam pada pemakaian piano black plastic di sekitar tuas transmisi. Pada unit uji dengan odometer baru 10.000 mil, permukaan itu sudah penuh goresan, sehingga terasa kurang tahan pakai untuk area yang sering disentuh.
Fitur standar cukup lengkap untuk kelasnya
Unit uji memiliki harga dasar $33.995, lalu naik menjadi $35.415 setelah biaya tujuan $1.420. Di kelas ini, daftar fiturnya cukup kuat karena mencakup pelek alloy 18 inci warna gelap, power moonroof, roof rails hitam, spion luar berpemanas, jok Sport Cloth dengan jahitan kuning, wireless phone charger, layar sentuh infotainment 11,6 inci dengan navigasi, wireless Apple CarPlay/Android Auto, jok berpemanas, kenop transmisi dan setir berlapis kulit, serta EyeSight driver assist.
Layar besar itu memang terlihat modern, tetapi pengalaman pakainya tidak selalu mulus. Sistemnya disebut lambat saat menyala, kurang intuitif, dan terlalu sering mengandalkan menu untuk pengaturan iklim, meski suhu bisa disetel lewat tombol.
Teknologi bantuan pengemudi bekerja baik, tetapi tidak sempurna
EyeSight pada Crosstrek Sport Hybrid menunjukkan sisi yang lebih meyakinkan. Adaptive cruise control bekerja halus dalam lalu lintas, sementara lane-centering terasa natural dan mudah dipahami.
Pengaturan agresivitas akselerasi juga bisa disesuaikan lewat layar. Di sisi lain, automatic emergency braking dinilai terlalu sensitif karena sering aktif terlalu cepat, terutama saat lalu lintas pelan di persimpangan.
Hybrid membuatnya lebih halus dan lebih efisien
Di balik kap, Crosstrek Sport Hybrid memakai versi modifikasi dari mesin boxer 2,5 liter milik Crosstrek bensin, dipadukan dengan dua motor listrik. Output totalnya 194 tenaga kuda, tertinggi di jajaran Crosstrek, dan motor listrik membantu membuat akselerasi dari kecepatan rendah terasa lebih ringan.
Transisinya antara tenaga listrik dan bensin juga terasa halus. Akselerasi 0-60 mph 7,7 detik bukan angka yang membuatnya jadi crossover cepat, tetapi respons awalnya terasa lebih sigap daripada versi bensin biasa.
Kekurangannya muncul saat menyalip atau masuk ke lalu lintas jalan tol. Tarikan menengah terasa kurang meyakinkan, sehingga pengemudi perlu merencanakan manuver dengan lebih hati-hati.
Nyaman dipakai harian, terutama di jalan rusak
Di balik semua catatan itu, Crosstrek Sport Hybrid tetap terasa mudah dikendarai. Setirnya ringan namun cukup presisi, body roll ada tetapi masih wajar, dan suspensinya mampu menyerap jalan rusak tanpa terasa mengambang.
Ruang kabinnya memang tidak besar, tetapi masih cukup untuk keluarga kecil. Bagian belakang menawarkan legroom 36,7 inci, dan bagasi tetap muat sekitar 10 kantong belanja, meski kapasitasnya turun dari 19,9 menjadi 18,2 karena baterai hybrid diletakkan di bawah lantai belakang.
Efisiensi juga menjadi nilai jual utamanya. Subaru mengklaim konsumsi gabungan 36 mpg, dibanding 29 mpg gabungan pada model 2,5 liter bensin, dan hasil pemakaian campuran kota pada unit uji mencapai sekitar 31 mpg. Dengan selisih harga dasar sekitar $4.000 dari Crosstrek bensin, hybrid ini menempatkan efisiensi dan kenyamanan dalam satu paket yang masih realistis untuk dipakai harian.









