
Pasar MPV listrik di Indonesia kini bergerak dari sekadar alternatif menjadi pilihan serius bagi keluarga dan pembeli premium. Per Juni 2026, harganya terbentang lebar dari Rp300 jutaan hingga tembus lebih dari Rp1 miliar, sehingga pembeli punya banyak opsi sesuai kebutuhan dan anggaran.
Di tengah pilihan yang makin ramai, satu nama masih paling kuat di kelas MPV listrik keluarga. BYD M6 tetap memimpin perhatian konsumen karena menawarkan kabin tujuh penumpang, harga yang relatif kompetitif, dan posisi penjualan yang solid pada awal 2026.
BYD M6 masih jadi patokan di kelas menengah
BYD M6 hadir dalam tiga varian dengan harga Rp383 juta, Rp423 juta, dan Rp433 juta. Rentang ini membuatnya berada di titik masuk yang menarik untuk keluarga yang ingin naik kelas ke kendaraan listrik tanpa lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Data Gaikindo periode Januari-April 2026 menunjukkan BYD M6 masih menjadi tulang punggung penjualan BYD di Indonesia. Kombinasi harga dan kabin luas menjadi alasan utama model ini cepat diterima pasar.
Bagi pembeli yang mencari nilai paling seimbang, BYD M6 terlihat sulit disaingi. Model ini memberi akses ke MPV listrik tujuh penumpang dengan banderol yang masih berada di bawah banyak rival premium.
Wuling Cortez Darion EV mengejar ketat
Pesaing paling dekat datang dari Wuling Cortez Darion EV. Model ini mencatat distribusi 2.531 unit selama Januari-April 2026, angka yang menunjukkan pasar mulai memberi ruang lebih besar untuk alternatif selain BYD M6.
Wuling menawarkan Cortez Darion EV dalam dua varian, yakni CE seharga Rp399 juta dan EX seharga Rp459 juta. Nama Cortez yang sudah lebih dulu dikenal di masyarakat ikut membantu penerimaan model listrik ini di pasar.
Secara harga, Cortez Darion EV masih masuk ke area keluarga, tetapi sedikit berada di atas BYD M6. Karena itu, model ini cocok untuk pembeli yang mengutamakan pilihan baru dari merek yang sudah familiar.
Segmen premium tetap punya pasar sendiri
Di luar kelas menengah, MPV listrik premium juga menunjukkan daya tarik yang kuat. Denza D9, sub-brand premium BYD, berhasil menempati posisi ketiga penjualan dengan 2.149 unit meski harganya berada di kisaran Rp950 juta.
Capaian itu menegaskan bahwa pasar tidak hanya mengejar harga rendah. Konsumen di kelas atas tetap memberi perhatian pada kemewahan, teknologi, dan kenyamanan yang ditawarkan MPV premium.
Di atasnya, Xpeng X9 juga mencatat performa positif dengan 692 unit. MPV listrik asal China ini dibanderol mulai Rp990 juta hingga Rp1,209 miliar, sehingga masuk ke kelompok premium yang lebih mahal.
Pilihan lain dari Rp400 jutaan sampai Rp1,5 miliar
Selain dua nama teratas, pasar juga menawarkan opsi lain yang memperkaya persaingan. Aletra L8 EV dijual Rp488 juta dan varian Aero Line Rp493 juta, sedangkan Maxus Mifa 7 berada di Rp799 juta dan Maxus Mifa 9 di Rp899 juta.
Di kelas lebih tinggi lagi, Volkswagen ID. Buzz dipasarkan Rp1,495 miliar untuk varian biasa dan Rp1,575 miliar untuk Business Edition. Kehadiran model-model ini menunjukkan bahwa MPV listrik tidak lagi terbatas pada satu segmen harga.
Jika melihat daftar harga per Juni 2026, BYD M6 masih paling layak disebut paling worth it untuk pembeli yang fokus pada efisiensi biaya masuk. Namun bagi yang mengejar fitur, nama besar, atau nuansa premium, Wuling Cortez Darion EV, Denza D9, dan Xpeng X9 sama-sama punya daya tarik yang sulit diabaikan.
Source: moladin.com








