Baterai Mobil EV dan Hybrid Tak Bisa Diabaikan, Biaya Perawatannya Mulai Rp 500 Ribuan

Banyak pemilik mobil elektrifikasi masih mengira baterai mobil EV dan hybrid nyaris tidak butuh perhatian khusus. Padahal, perawatan tetap diperlukan agar performa baterai terjaga dan usia pakainya bisa lebih panjang.

Biaya perawatannya pun tidak selalu mahal, tetapi jenis pekerjaannya berbeda antara mobil hybrid dan mobil listrik murni. Pada hybrid, fokusnya ada pada pembersihan baterai dan konektor, sedangkan EV lebih banyak menitikberatkan pada sistem pendingin baterai.

Kepala Teknisi Domo Hybrid, Yogig Pramono, mengatakan perawatan berkala penting untuk menjaga kondisi baterai tetap prima. Langkah ini juga membantu mendeteksi potensi masalah lebih dini sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.

Perbedaan pendekatan servis ini muncul karena konstruksi dan kebutuhan sistem kedua jenis kendaraan memang tidak sama. Karena itu, pemilik mobil elektrifikasi tidak bisa menyamakan pola perawatan hybrid dengan EV.

Perawatan baterai hybrid

Pada mobil hybrid, salah satu tindakan yang umum dilakukan adalah baterai cleaning atau pembersihan baterai. Proses ini dilakukan dengan membongkar baterai, lalu membersihkan konektor dan komponen pendukung lain yang bisa kotor akibat usia pemakaian.

Menurut Yogig, kebersihan konektor berperan penting untuk menjaga aliran listrik tetap optimal. Konektor yang bersih juga membantu mengurangi risiko gangguan pada sistem baterai hybrid.

Perawatan ini menjadi relevan karena banyak pemilik baru memeriksakan kendaraan saat sudah muncul gejala kerusakan. Padahal, penanganan sejak awal dapat membantu mencegah gangguan yang lebih serius.

Untuk biaya, Domo Hybrid saat ini menawarkan promo baterai cleaning untuk mobil hybrid. Dari harga normal Rp 2,5 juta, biayanya disebut berada di kisaran Rp 1 jutaan.

Meski begitu, ongkos servis tidak bersifat mutlak sama untuk semua kendaraan. Besarannya dapat berbeda tergantung jenis mobil dan kondisi baterai yang ditangani.

Perawatan EV lebih fokus ke pendinginan

Berbeda dengan hybrid, perawatan pada mobil listrik umumnya tidak langsung menyentuh modul baterai. Fokus yang lebih sering dilakukan justru ada pada sistem pendingin baterai.

Yogig menjelaskan, sistem pendingin pada EV bisa menggunakan udara atau cairan coolant. Pada mobil listrik yang memakai pendingin cairan, perawatan biasanya dilakukan dengan mengganti coolant sesuai jadwal yang direkomendasikan pabrikan.

Penggantian coolant ini penting karena berhubungan dengan manajemen suhu baterai. Temperatur yang terjaga membantu sistem bekerja optimal dalam penggunaan harian.

Biaya penggantian coolant disebut cukup bervariasi. Kisaran ongkosnya berada di rentang Rp 500.000 sampai Rp 1 jutaan, tergantung kapasitas coolant pada masing-masing mobil.

Perbedaan kapasitas itu membuat biaya servis EV tidak bisa disamaratakan. Setiap model membawa kebutuhan volume cairan pendingin yang tidak sama.

Komponen lain yang ikut diperhatikan

Selain coolant, ada komponen lain pada mobil listrik yang juga perlu diperhatikan, yaitu sistem pendingin kabin. Sistem ini berkaitan dengan pengelolaan temperatur baterai sehingga kondisinya ikut berpengaruh.

Karena itu, penggantian freon dan oli kompresor AC menjadi pekerjaan servis yang cukup umum pada EV. Tujuannya untuk menjaga kinerja sistem pendingin tetap optimal, baik untuk kabin maupun untuk mendukung kontrol suhu kendaraan.

Untuk pekerjaan pada sektor AC ini, biaya yang disampaikan berada di kisaran hampir Rp 2 jutaan. Nilai tersebut mencakup penggantian oli AC dan freon.

Dalam praktiknya, kebutuhan servis bisa berbeda antar kendaraan. Namun gambaran biaya ini memberi acuan bahwa perawatan mobil listrik bukan semata soal baterai utama, melainkan juga sistem pendukung yang menjaga temperatur tetap stabil.

Jangan tunggu muncul gejala

Pola yang masih sering terjadi, pemilik kendaraan elektrifikasi baru datang ke bengkel setelah ada tanda gangguan. Padahal, perawatan berkala bisa membantu memperpanjang umur komponen dan menekan risiko biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Pada mobil hybrid, pembersihan baterai dan konektor dapat dilakukan secara berkala sesuai kondisi pemakaian. Sementara pada mobil listrik, perhatian utama ada pada jadwal penggantian coolant, freon, dan oli kompresor AC sesuai rekomendasi pabrikan.

Dengan kata lain, biaya perawatan baterai mobil elektrifikasi sangat bergantung pada jenis kendaraan dan sistem yang digunakan. Untuk hybrid, angkanya bisa mulai Rp 1 jutaan saat promo baterai cleaning, sedangkan pada EV biaya coolant berkisar Rp 500.000 sampai Rp 1 jutaan dan servis AC mendekati Rp 2 jutaan.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button