Jetour T1 I-DM Muncul Sebagai Penantang BJ30 Hybrid, Baterai Ngebut 27 Menit

Jetour Sales Indonesia mulai menempatkan T1 i-DM sebagai penantang baru di segmen SUV hybrid dengan pendekatan yang berbeda. Model Plug-in Hybrid Electric Vehicle ini memadukan efisiensi, performa, dan kenyamanan untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh, sehingga langsung mengarah ke konsumen yang mencari mobil serbaguna.

Di atas kertas, Jetour T1 i-DM juga tampil sebagai rival yang patut diperhitungkan untuk BAIC BJ30 Hybrid. Karakternya tetap mengusung aura SUV petualangan, tetapi tampil lebih kalem dan masih cocok digunakan di lingkungan perkotaan.

Desain boxy dengan sentuhan futuristik

Jetour mempertahankan bahasa desain boxy pada T1 i-DM. Profil bodinya terlihat jangkung, lampu dibuat mengotak, dan over fender tampil tebal untuk memberi kesan tangguh.

Bagian depan membawa emblem Jetour di kap mesin. Elemen itu dipadukan dengan illuminated grille yang membuat tampilannya terasa lebih modern dan futuristik.

Dimensi besar untuk kelas SUV hybrid

Soal ukuran, Jetour T1 i-DM hadir dengan panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.845 mm. Mobil ini juga punya wheelbase 2.800 mm dan ground clearance 190 mm.

Kombinasi dimensi tersebut menegaskan posisinya sebagai SUV berpostur besar. Data itu juga mendukung karakter eksteriornya yang lebih dekat ke mobil petualangan daripada SUV urban biasa.

Kabinnya masih membawa nuansa T2

Masuk ke interior, Jetour menjaga detail khas T2 pada T1 i-DM. Kisi-kisi AC ditempatkan secara horizontal untuk memberi tampilan yang rapi dan familiar.

Di bagian tengah dasbor, Jetour menyematkan layar sentuh 15,6 inci. Layar ini didukung Snapdragon 8155 Chip dan sistem operasi Tour 2.0 OS.

Ada juga panel instrumen 10,25 inci yang berfungsi menampilkan berbagai informasi selama berkendara. Kehadiran dua layar ini membuat kabin terasa lebih modern dan relevan dengan kebutuhan pengguna SUV masa kini.

Mesin hybrid dengan tenaga besar

Pada sektor teknis, T1 i-DM memakai mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine. Mesin ini menghasilkan tenaga setara 134 hp dan torsi 220 Nm.

Jetour kemudian memasangkannya dengan motor listrik bertenaga 202 hp dan torsi 310 Nm. Sistem ini juga didukung baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.

Kombinasi mesin bensin dan motor listrik tersebut memperlihatkan ambisi Jetour untuk bersaing di kelas hybrid dengan performa yang tidak hanya irit, tetapi juga responsif. Di segmen ini, angka tenaga dan torsi menjadi salah satu modal penting untuk menarik perhatian pembeli yang membandingkan banyak pilihan.

Pengisian daya cepat jadi nilai tambah

Jetour T1 i-DM juga dibekali fitur DC Fast Charging. Dari kondisi baterai 30 persen ke 80 persen, proses pengisian disebut hanya memakan waktu 27 menit.

Fitur ini penting bagi pengguna yang membutuhkan efisiensi waktu dalam pemakaian sehari-hari. Dengan kemampuan seperti itu, T1 i-DM tidak hanya mengandalkan desain dan kabin, tetapi juga menawarkan aspek praktis yang bisa menjadi pembeda di tengah persaingan SUV hybrid yang makin ramai.

Source: otomotif.katadata.co.id

Berita Terkait

Back to top button