Geely EX2 Disegarkan Di China, Tetap Murah Tapi Kini Makin Canggih

Geely kembali memberi penyegaran pada EX2, hatchback listrik yang sudah mencatat penjualan kuat di pasar domestiknya. Yang menarik, ubahan ini tidak menyentuh desain eksterior sama sekali, tetapi fokus pada pengendalian, sistem bantuan berkendara, dan fitur kabin.

Langkah itu membuat EX2 tetap tampil familiar, meski membawa teknologi yang lebih lengkap. Penyegaran ini juga hanya hadir di China, sehingga pasar lain belum mendapat kepastian serupa.

Tetap familiar, tapi isinya lebih modern

Secara tampilan, EX2 anyar masih mempertahankan karakter elegan dan modern yang sudah melekat pada model sebelumnya. Geely tampaknya memilih tidak mengubah desain karena format itu sudah dinilai cocok dengan pasar sasaran dan berhasil membuat EX2 punya identitas kuat di kelasnya.

Strategi itu sejalan dengan status EX2 yang masih menjadi salah satu mobil listrik terlaris di China. Model ini bahkan disebut sebagai model nomor satu di pasarnya, sehingga pembaruan lebih difokuskan pada peningkatan fungsi ketimbang ubahan visual.

Fokus ke kendali, ADAS, dan keselamatan

Pembaruan utama EX2 ada pada sistem penggerak inti, ADAS, serta fitur keselamatan. Geely juga menambahkan Geely Afari Smart Driving atau G-ASD H3 yang mendukung navigasi otomatis di jalan raya, parkir otomatis untuk semua skenario, dan sentry mode.

Dengan paket ini, EX2 terlihat makin kompetitif di segmen hatchback listrik murah. Mobil ini tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga menawarkan fitur yang biasanya lebih sering ditemukan pada mobil dengan banderol lebih tinggi.

Pengisian lebih cepat dan kabin lebih canggih

Geely turut meningkatkan kemampuan pengisian cepat EX2. Baterai diklaim bisa terisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 19 menit, yang menjadi salah satu nilai jual penting untuk mobil listrik harian.

Di dalam kabin, EX2 memakai sistem Flyme Auto 2.0, headunit touchscreen 14,6 inci, serta konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Kombinasi ini membuat EX2 tetap relevan di tengah pasar yang makin menuntut kemudahan konektivitas dan antarmuka digital yang praktis.

Baterai CATL dan pilihan jarak tempuh

Seluruh varian EX2 kini menggunakan baterai pasokan CATL. Geely menyediakan tiga opsi jarak tempuh, yaitu 310 km, 410 km, dan 480 km.

Pilihan itu memberi fleksibilitas bagi konsumen yang membutuhkan mobil untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan yang lebih jauh. Dengan jarak tempuh seperti itu, EX2 diposisikan sebagai hatchback listrik yang tetap ekonomis tanpa mengorbankan utilitas.

Harga tetap agresif di China

Meski mendapat sejumlah pembaruan, EX2 tetap dijual sebagai mobil murah di China. Harganya berada di kisaran Rp 172 juta sampai Rp 251 juta, atau Rp 164 juta sampai Rp 243 jutaan bila konsumen menukar model lama sebelum 30 Juni 2026 dan mendapat diskon Rp 7,9 juta.

Banderol itu ikut menjelaskan mengapa EX2 begitu laris. Mobil ini menawarkan desain yang dinilai elegan, harga yang masih terjangkau, serta fitur yang cukup lengkap untuk kelasnya.

Peluang ke Indonesia belum jelas

Penyegaran EX2 di China belum otomatis berarti model ini akan hadir dengan spesifikasi yang sama di Indonesia. Perbedaan kondisi jalan, kebutuhan fitur, dan penyesuaian harga disebut akan jadi pertimbangan sebelum model itu dibawa masuk.

Di sisi lain, EX2 memang sudah punya nama kuat di Indonesia sebagai salah satu hatchback listrik terlaris. Karena persaingan di segmen ini semakin ketat, penyegaran seperti ini akan sangat penting jika Geely ingin menjaga daya saing model tersebut di pasar Tanah Air.

Source: ridertua.com

Berita Terkait

Back to top button