
Audi memperkenalkan Nuvolari sebagai supercar edisi terbatas yang langsung menarik perhatian karena produksinya hanya 499 unit di seluruh dunia. Mobil ini juga datang dengan banderol 686.613 USD atau setara Rp 11,1 miliar, membuatnya masuk radar kolektor sejak awal peluncuran.
Daya tarik utamanya tidak hanya soal jumlah yang sangat sedikit, tetapi juga kombinasi performa hybrid dan basis teknis yang sangat serius. Nuvolari berbagi arsitektur dengan Lamborghini Temerario, sekaligus memakai platform Audi Space Frame berbahan serat karbon dan aluminium.
Produksi terbatas dan jadwal pengiriman
Status edisi terbatas menjadi salah satu faktor yang paling menonjol dari Audi Nuvolari. Dengan kuota 499 unit secara global, model ini diposisikan sebagai produk yang sangat eksklusif di lini Audi.
Pengiriman perdana kepada konsumen dijadwalkan pada semester pertama 2027. Jadwal itu menandai bahwa mobil ini bukan sekadar konsep desain, melainkan sudah dipersiapkan untuk masuk ke tangan pembeli.
Mesin hybrid hampir 1.000 dk
Di balik bodinya, Audi Nuvolari memakai sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle dengan konfigurasi mesin tengah. Jantung utamanya adalah mesin V8 4.000 cc twin-turbo yang dipadukan dengan tiga motor elektrik axial flux.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 987 dk. Angka itu menempatkan Nuvolari sebagai salah satu supercar Audi dengan performa paling buas yang pernah diperkenalkan.
Dua motor elektrik ditempatkan di poros roda depan untuk mendukung distribusi tenaga dan respons berkendara. Satu motor listrik lain dipasang di antara mesin dan transmisi untuk melengkapi kerja sistem hybrid berperforma tinggi ini.
Audi juga membekali mobil tersebut dengan baterai lithium-ion berkapasitas 7,3 kWh. Dengan perangkat itu, akselerasi 0-100 kpj diklaim tuntas dalam 2,6 detik, sementara kecepatan puncaknya lebih dari 350 kpj.
Sistem penggerak dan mode berkendara
Seluruh tenaga disalurkan ke empat roda melalui sistem quattro all-wheel drive. Sistem ini dirancang bekerja secara proaktif dengan menganalisis sudut kemudi, akselerasi, yaw rate, dan tingkat cengkeraman ban untuk mengantisipasi slip sebelum terjadi.
Pengemudi bisa memilih lima mode berkendara utama lewat tombol rotari di setir. Mode itu terdiri dari E-Hybrid, Balanced, Dynamic, Dynamic+, dan Track.
E-Hybrid memprioritaskan mode full elektrik untuk penggunaan tertentu. Balanced ditujukan untuk kenyamanan, efisiensi, dan performa harian, sedangkan Dynamic meningkatkan respons mesin dan kelincahan kemudi.
Dynamic+ membuka seluruh potensi performa sistem hybrid secara maksimal. Sementara itu, Track disiapkan untuk kebutuhan sirkuit dengan opsi kontrol traksi tambahan.
Desain yang mengingatkan pada R8
Secara visual, Audi Nuvolari menampilkan siluet yang mengingatkan pada proporsi R8. Namun, desainnya dibuat lebih tegas lewat bahasa rancangan baru yang terinspirasi dari Concept C.
Bagian depan diisi grille vertikal berukuran besar, lampu utama yang sangat sipit, serta lubang udara besar. Elemen itu dipadukan dengan front splitter dan S-duct untuk memperkuat karakter agresifnya.
Di bagian samping, lekukan bodi berbahan carbon fiber menjadi salah satu sorotan utama. Audi juga menghadirkan interpretasi modern dari side blades ikonik yang selama ini identik dengan R8.
Mobil ini menjadi produk massal pertama Audi yang menggunakan pelek forged dengan sistem center-locking. Detail tersebut menegaskan orientasi performa sekaligus nuansa motorsport yang dibawa Nuvolari.
Pada bagian belakang, Audi memasang lampu rem minimalis dan diffuser berukuran sangat besar. Ada pula active rear wing dengan tiga posisi, yakni closed, low downforce, dan high downforce.
Sayap aktif itu tidak hanya berfungsi untuk aerodinamika dasar saat melaju. Dalam kondisi ekstrem, komponen tersebut juga bekerja sebagai air brake dan disebut mampu menghasilkan gaya tekan ke bawah lebih dari 400 kg.
Pengereman dan kabin berorientasi performa
Untuk mendukung performa tinggi, Audi menyematkan sistem pengereman Audi Ceramic Pro. Sistem ini memakai cakram karbon keramik 420 mm dengan kaliper 10-piston di depan, serta cakram 410 mm dengan kaliper 4-piston di belakang.
Audi menyebut sistem pengereman itu memiliki pendinginan internal 21 persen lebih baik. Spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa Nuvolari tidak hanya mengejar tenaga besar, tetapi juga kemampuan deselerasi yang sesuai untuk penggunaan berperforma tinggi.
Masuk ke kabin, tema two-tone dipadukan dengan aksen anodized aluminum. Suasana balap dibuat kuat lewat lightweight sport seats berstruktur serat karbon.
Area kokpit memakai panel instrumen digital penuh dan layar infotainment berorientasi portrait. Setir flat-bottom berbalut Alcantara dengan paddle shifter berukuran besar melengkapi fokus mobil ini pada pengalaman berkendara yang intens.
Dengan kombinasi produksi super terbatas, performa 987 dk, dan harga Rp 11,1 miliar, Audi Nuvolari dipastikan menjadi model yang diburu kalangan kolektor. Nilai eksklusivitasnya juga diperkuat oleh arsitektur bersama Lamborghini Temerario dan paket teknologi yang sangat berorientasi sirkuit.
Source: kabaroto.com







