Wuling Eksion memberi kesan pertama yang kuat bukan lewat angka di atas kertas, melainkan lewat rasa berkendara saat dipakai menempuh rute panjang Jakarta-Yogyakarta sejauh 627 kilometer. Di jalur ini, SUV tujuh penumpang tersebut diuji dengan empat orang di dalam kabin dan membawa barang bawaan seperti tas, koper, serta perlengkapan lain.
Perjalanan itu juga memperlihatkan karakter Eksion sebagai SUV keluarga yang mengutamakan kenyamanan dan fleksibilitas. Wuling hanya menyediakan varian plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV untuk uji jalan ini, sehingga semua impresi datang dari sistem elektrifikasi yang menjadi andalan mobil tersebut.
Nyaman sejak duduk di kabin
Kesan awal muncul dari bangku penumpang yang terasa empuk dan memeluk badan dengan baik. Saat bergeser ke kursi pengemudi, posisi duduk juga mudah diatur karena jok sudah elektrik dan setir mendukung tilt serta telescopic.
Dari balik kemudi, tenaga Eksion terasa besar sejak putaran bawah. Karakter itu tidak hanya hadir saat mobil berjalan di mode listrik murni, tetapi juga ketika sistem hybrid aktif dan tenaga tetap mengisi dari putaran bawah hingga atas.
Empat mode energi, empat karakter gerak
Eksion memiliki empat pilihan mode energi, yaitu EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority. Selama perjalanan, semua mode dicoba, termasuk EV Max ketika memasuki jalan tol.
Pada EV Max, mobil akan beralih otomatis ke hybrid saat sisa baterai menyentuh 12 persen. Sementara itu, EV First bekerja mirip EV Max, tetapi perpindahan ke hybrid baru terjadi ketika baterai tersisa sekitar 35 persen.
Mode Hybrid dan Fuel Priority berjalan seperti sistem hibrida pada umumnya. Keduanya memadukan mesin bensin dan motor listrik agar mobil bisa melaju hingga lebih dari 1.000 kilometer.
Selain mode energi, Eksion juga menyediakan pengaturan berkendara Eco, Normal, dan Sport. Eco ditujukan untuk efisiensi, Normal menawarkan rasa berkendara harian, sedangkan Sport memberi tarikan yang terasa signifikan sejak putaran bawah.
Stabil di kota, cukup nyaman di jalur pegunungan
Pada etape Jakarta menuju Yogyakarta via Purwokerto, mobil melaju tanpa kendala berarti. Suspensinya terasa tidak terlalu keras dan tetap empuk, sehingga karakter kenyamanan SUV masih terasa kuat.
Ada sedikit limbung ketika mobil dipakai dalam kondisi pengujian, namun efek itu masih bisa ditoleransi. Handling-nya juga dinilai enak dan masih mudah diajak bergerak lincah di jalan kota yang padat meski bodinya cukup besar.
Etape kedua dari Purwokerto ke Yogyakarta menghadirkan variasi rute yang lebih beragam. Mobil tetap sanggup melewati kawasan perkotaan hingga jalur pegunungan dengan elevasi dan tikungan yang berbeda tanpa hambatan berarti.
Di jalur pegunungan setelah kawasan Dipayana, Wonosobo, peserta perjalanan juga bisa menikmati panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Pemandangan itu terlihat lewat panoramic sunroof yang memberi visibilitas lebih luas untuk seluruh penumpang.
Teknologi dan fitur yang mendukung perjalanan jauh
Di atas kertas, Eksion mengandalkan teknologi Ling Power yang memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine dengan efisiensi termal 43,2 persen, motor listrik 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT yang responsif. Kombinasi ini menghasilkan tenaga mesin 105 hp dengan torsi 130 Nm, serta motor listrik 195 hp dengan torsi 230 Nm.
SUV ini juga diklaim mampu menempuh 125 kilometer dalam mode listrik murni. Total jarak tempuhnya disebut lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Untuk mendukung kenyamanan penumpang, Eksion dibekali panoramic sunroof, ventilated seat, intelligent control panel, PM2.5 air filter, electric seat adjustment, dan Advanced Driver Assistance System atau ADAS. Pada bagian lain, Wuling juga menyebut fitur seperti power tailgate, ventilated seat di baris pertama, electric front passenger seat adjustment, 50W wireless phone charger, dan Adaptive Cruise Control sebagai pelengkap untuk kebutuhan keluarga.
Source: www.liputan6.com