Opel mempercepat langkah di era kendaraan listrik dengan menyiapkan empat model baru hingga akhir dekade ini. Dua di antaranya dipastikan memakai platform generasi baru STLA One, sementara investasi yang digelontorkan mencapai 1 miliar euro hingga 2030.
Arah baru ini menempatkan Opel sebagai salah satu merek penting dalam strategi elektrifikasi Stellantis. Di tengah persaingan pasar otomotif Eropa yang makin ketat, langkah tersebut menunjukkan upaya Opel untuk menghadirkan produk berteknologi lebih tinggi dengan biaya yang lebih efisien.
Penguatan lini produk baru itu terungkap setelah Stellantis memaparkan strategi dalam Investor Day. Dalam pemaparan tersebut, Opel disebut menjadi salah satu merek yang akan memanfaatkan platform STLA One untuk pengembangan kendaraan masa depan.
Platform ini disiapkan sebagai tulang punggung untuk kendaraan segmen B, C, hingga D di berbagai merek Stellantis. Artinya, peran STLA One tidak hanya penting bagi Opel, tetapi juga bagi arah pengembangan grup secara lebih luas.
Dua model Opel yang dipastikan akan memakai STLA One adalah generasi terbaru Opel Astra dan Opel Corsa. Keduanya dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade ini dan akan diproduksi di fasilitas Opel di Russelsheim, Jerman.
Meski rincian produknya masih dirahasiakan, Stellantis sebelumnya menyatakan STLA One akan mulai diperkenalkan pada 2027. Arsitektur modular ini dirancang untuk mendukung beragam sistem penggerak, mulai dari kendaraan listrik murni hingga teknologi elektrifikasi lain.
Salah satu nilai jual utama STLA One ada pada efisiensi biaya. Platform ini disebut mampu memangkas biaya produksi hingga 20 persen lewat penyederhanaan komponen dan peningkatan efisiensi pengembangan kendaraan.
Keunggulan lain datang dari dukungan sistem kelistrikan 800 volt. Teknologi ini memungkinkan proses pengisian daya lebih cepat dibandingkan sistem 400 volt yang masih banyak dipakai saat ini.
STLA One juga dirancang kompatibel dengan baterai lithium iron phosphate atau LFP. Jenis baterai ini dikenal lebih terjangkau serta memiliki umur pakai yang panjang, sehingga berpotensi membantu produsen menekan biaya sekaligus menjaga daya tahan produk.
Stellantis menargetkan STLA One akan dipakai oleh lebih dari 30 model kendaraan secara global. Target tersebut memperlihatkan bahwa platform ini bukan proyek terbatas, melainkan fondasi penting untuk skala produksi yang lebih besar.
Ekspansi ke SUV baru
Selain Astra dan Corsa, Opel juga mengonfirmasi kehadiran sebuah SUV segmen C baru. Model ini akan diproduksi di Zaragoza, Spanyol, mulai 2028.
SUV tersebut menarik perhatian karena dikembangkan bersama pabrikan asal China, Leapmotor. Kolaborasi ini menunjukkan Opel tidak hanya mengandalkan pengembangan internal, tetapi juga membuka jalan kerja sama teknologi untuk mempercepat ekspansi produk elektrifikasi.
Dalam proyek ini, SUV baru Opel akan memanfaatkan platform dan teknologi baterai milik Leapmotor. Meski begitu, mobil tersebut tetap akan mengusung karakter desain dan penyetelan sasis khas Opel.
Sejumlah pihak memperkirakan model itu akan berbagi basis dengan Leapmotor B10 yang sudah lebih dulu diperkenalkan di pasar global. Walau belum ada konfirmasi detail spesifikasi final untuk versi Opel, gambaran dari B10 memberi petunjuk soal arah produk yang sedang disiapkan.
Leapmotor B10 tersedia dengan pilihan baterai 56,2 kWh dan 67,1 kWh. Model itu disebut mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 4 km, sebagaimana informasi yang beredar dalam laporan yang sama.
Mobil tersebut menggunakan motor listrik bertenaga 215 hp. Karakter torsi instan khas kendaraan listrik juga menjadi bagian dari konfigurasi yang ditawarkan.
Leapmotor pun menyediakan varian range extender. Konfigurasi ini menggabungkan mesin bensin 1,5 liter, baterai 18,8 kWh, dan motor listrik.
Dengan sistem tersebut, kendaraan dapat menempuh jarak hingga 900 km berdasarkan siklus pengujian WLTP. Informasi ini memberi gambaran bahwa kolaborasi Opel dengan Leapmotor berpotensi membuka opsi teknologi yang lebih luas, tidak terbatas pada EV murni.
Arah bisnis Opel di bawah Stellantis
Rencana empat model baru ini memperlihatkan bahwa Opel sedang menata ulang portofolionya untuk fase berikutnya. Fokusnya bukan sekadar menambah jumlah produk, tetapi juga memanfaatkan platform yang bisa menekan biaya dan mempercepat pengembangan.
Di sisi lain, keputusan memproduksi model-model penting di Jerman dan Spanyol menunjukkan peran fasilitas Eropa tetap besar dalam strategi Opel. Produksi lokal juga menjadi bagian penting ketika produsen harus menjaga daya saing di pasar yang makin sensitif terhadap harga.
Investasi 1 miliar euro hingga 2030 menjadi sinyal bahwa transformasi ini bukan langkah jangka pendek. Opel tampak berusaha menempatkan diri lebih kuat dalam peta persaingan kendaraan listrik, dengan kombinasi efisiensi platform baru, teknologi pengisian lebih cepat, dan perluasan model ke beberapa segmen sekaligus.
Bagi pasar Eropa, langkah Opel ini datang pada saat produsen mobil menghadapi tekanan ganda. Mereka harus menawarkan teknologi yang semakin maju, tetapi pada saat yang sama juga dituntut menghadirkan harga yang tetap kompetitif di tengah percepatan transisi menuju elektrifikasi.
