Departemen Pertahanan Amerika Serikat menempatkan BYD, Nio, dan CALB ke dalam daftar hitam yang dikaitkan dengan militer China. Langkah ini langsung menyita perhatian karena dua nama besar di pasar mobil listrik itu kini berada dalam sorotan yang lebih luas, bukan hanya di industri otomotif.
Daftar yang diperbarui itu juga memuat sederet perusahaan China lain, termasuk Alibaba, Baidu, EVE Energy, Hesai, Robosense, WuXi Apptec, TP-Link, dan startup robotika Unitree. Pada saat yang sama, Departemen Pertahanan menghapus beberapa entitas dari versi sebelumnya, termasuk CNOOC China Ltd dan CNOOC International Trading.
Penetapan ini tidak otomatis berarti sanksi. Namun, status tersebut dapat membatasi pengadaan pemerintah AS di masa mendatang dan membuat kerja sama bisnis dengan mitra AS menjadi lebih sulit, terutama di area rantai pasokan pertahanan, pasar modal, dan kontrak pemerintah.
Perusahaan yang masuk daftar masih punya jalan untuk mengajukan petisi ke Pentagon agar namanya dihapus. Artinya, keputusan ini belum menjadi akhir, tetapi tetap memberi tekanan besar bagi perusahaan yang berusaha menjaga akses ke pasar dan mitra global.
Pentagon menyebut BYD secara langsung dan tidak langsung berafiliasi dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China atau SASAC. BYD juga disebut memiliki afiliasi tidak langsung dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi atau MIIT.
Untuk Nio, Pentagon menyatakan produsen kendaraan listrik itu berafiliasi secara langsung dan tidak langsung dengan SASAC. Pentagon juga menganggap Nio sebagai kontributor fusi militer-sipil karena berafiliasi dengan MIIT.
Di tengah kabar daftar hitam itu, BYD tetap bergerak agresif di pasar produknya. Perusahaan asal Tiongkok tersebut kembali memperluas jajaran kendaraan premiumnya lewat sedan flagship baru yang sementara dikenal sebagai Great Han atau Han 9.
BYD sudah merilis foto resmi model bertenaga baterai itu. Dari sisi desain, Great Han hadir dengan bodi yang lebih panjang dan jarak sumbu roda yang diperpanjang untuk memberi ruang kabin yang lebih lega.
Tampilan sampingnya mengusung garis atap yang melandai dari pilar B ke belakang. Karakter itu menciptakan siluet fastback yang terasa modern dan memperkuat kesan premium.
Di bagian depan, mobil ini mengambil bahasa desain dari Han L. Lampu belakang membentang penuh di buritan, sementara kabin disebut memakai nuansa interior yang serupa dengan Great Tang.
Tata letak dasbor dirancang untuk mendukung kenyamanan dan konektivitas digital yang lebih baik. Di saat sorotan politik dan keamanan mengarah ke BYD dan Nio, keduanya tetap menunjukkan arah yang berbeda lewat strategi bisnis dan produk yang terus berkembang.
Source: www.liputan6.com